.:creativega:.

Mungkin sebagian udah pada ngerti bahwa tinggal di negeri orang, apalagi yang mayoritasnya bukan muslim, misalnya Jepang, memaksa ibu-ibu untuk mau, bisa, dan pintar memasak. Oya, sebenarnya “ibu-ibu” dalam hal ini hanya mewakili saja..yang menjalani sih bisa siapa saja, apa pun status visanya saat ini. Oke, kenapa saya nulisnya harus pake tiga kata? karena masing-masing menunjukkan levelnya😛.

Mau itu keharusan. Kalo nggak, mau makan apa? Hal ini terkait dua hal, yaitu harga makanan yang mahal (kalo masak bisa hemat 50%) dan perhatian terhadap halal-haram makanan. Dulu, saat ngekos zaman SMA dan kuliah, untuk makan tinggal beli lauk di warung asal dipercaya kehalalannya, beli yang instan di toko asal ada label halalnya, atau makan di luar. Gampang! Saya hampir nggak pernah masak, bahkan saat pulang kampung pun, kalo nggak karena pembantu bolos dan disuruh bantu Mom, mana pernah saya iseng masak di rumah? Nggak ada kemauan sih.. yang namanya…

View original post 1,110 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s