Trip to Aichi – Day 2


We had unforgettable experience in the Day 1 from Toyota city. This second day we met our Japanese friends, who were fellow Michiganders, at Kariya city, and visited an Indonesian food company at Nishio city, Sariraya. Both cities are located in the southern Aichi.

BREAKFAST WITH LEFTOVERS

Menginap di AirBnB itu enaknya bisa masak atau ngangetin makanan, minimal buat sarapan lah.. lumayan banget menghemat waktu. Dibandingkan harus ganti baju untuk keluar beli makanan dulu atau sarapan di ruang makan (kalo hotelnya nyediain), mending usaha dikit buat ngusir rasa males-masak-karena-liburan demi sepiring nasi dan telur dadar 😜. Nasi pun kalo di Jepang ada yang instan jadi tinggal dipanasin aja.. tapi pagi ini kami kebetulan masih punya sisa dari makan malam di restoran halal Kashmir kemarin. Makanan Pakistan nggak pernah gagal memuaskan selera kami deh pokoknya, walaupun rada aneh dan baru pertama kali ini lihat nasi biryani pakai beras Jepang 😂. Segitu susahnya kah dapetin beras basmati di sana? 🙄

Pakistani naan bread and mutton curry from Kashmir restaurant, Nagoya. We could finish only half of it and ate the leftovers for breakfast in the next day.

Pakistani chicken biryani, tandoori, seekh kabab, etc. from Kashmir too

Musa yang biasanya suka kambing tumben lebih tertarik ke naan (doi tetep gigih nyebutnya “pizza”) dan tandoori kali ini. Sarapan doi adalah dua itu tadi plus yogurt dan jeruk. BTW, saya sering ditanya tentang hal ini oleh teman-teman yang bawa anak kecilnya pergi dan biasanya saya bilang makanan doi sama aja kaya papa mamanya, cuma saya tambahin lemak dari yogurt, keju, atau kacang-kacangan atau yang dia suka semacam buah-buahan.

TV di penginapan alhamdulillah akhirnya bisa nyala juga channel digitalnya setelah diutak-atik Aisar, jadi Musa bisa tetap nonton program-program anak NHK pagi hari dan senam kecil dari situ 😆 Continue reading

Trip to Aichi 2017 – Day 1


Second long trip since we moved to Japan a year ago, this short escape also became our second visit to Aichi prefecture. We expect this time we’ll hpave quite enough time to explore Nagoya since at past we only checked in here to get off and ride the night bus, plus plan to visit some other cities as our destination now with the motivation to look for kid entertaintment 🤣.

(Lanjut dalam Bahasa)

Bus ke Nagoya dijadwalkan berangkat hari Kamis kemarin, 12 Okt, pukul 11.25 PM. Malem banget? Iya, namanya juga bus malam 😛 dan di Jepang ini mau ke mana aja kalo naik bus malam biasanya diset biar sampai tujuan pagi jam-jam 6-7 lah, jadi berangkatnya pasti larut, dihitung mundur dari waktu perjalanan, tergantung tujuannya. So far, satu atau dua dari kami udah pernah coba bus malam ke Osaka (2010), Nagoya (2011), dan Okayama (2012) dengan merk bus yang berbeda-beda. Jadi misal kalo ke Osaka berangkatnya lebih awal daripada ke Nagoya, tapi sampainya tetap kurleb sama jamnya.

Kali ini, kami menjatuhkan pilihan pada Willer Express bus. Untuk tarif bisa dicek di situsnya, ya.

DEPARTURE

Berhubung jam berangkat udah lewat jam tidur Musa, tentu saja kami berharap bisa menidurkan doi dulu sebelum berangkat. Cuma hari itu sibuk bangettt.. seharian saya nganter doi ke jidokan (children hall) buat ikut kumpul bocah, abis itu belanja grocery, ngurusin cucian karena ada baju yang mau dibawa, ngurusin sisa bahan di kulkas (baca: masak), packing, dan ada acara ngejahit jaket dan daster rusak segala. Maksa banget mau bawa baju yang lagi sobek. Itu belum termasuk nafsu datang ke matsuri di stasiun tetangga sore harinya. Hahaha. Aisar pun yang katanya iya-iya pas diajak ke matsuri, ditungguin nggak pulang-pulang dan jam 9 malam baru di rumah 😣 Alhasil, si bocah gagal bobo sampai duduk di bus. 🚌

EA5512 Kamata to Nagoya

Departed from Keikyu Kamata station near our home on 10:53 PM

Right across the Yodobashi Camera, Le Front Kawasaki, our bus was ready to go on 11:30 PM

Continue reading

Chocolate Cheesecake


Posted by egadioniputri via Instagram at October 11, 2017 at 05: 19 am JST

Chocolate cheesecake 🍫 and an attempt to create “black crust” from regular brown cookies 🤣 This is #flourless, so you can call it #glutenfree or something 😜 (resep ala #recipega bhs 🇮🇩 bisa dibaca di bawah)
👩🏻‍🍳 Recipe inspired from @thereciperebel (click here), but I modified it quite much considering the available ingredients.

Dalam rangka penyelamatan sisa yogurt, cream cheese, dan butter (ini mah tahan lama 😬) sebelum trip penghabisan cuti tahunan yang bermula hari ini. Hahaha. Biasanya saya kalo bikin #cheesecake ala bule gini nggak pakai telur, tapi kali ini eksperimen pakai telur dan tanpa tepung sama sekali. Teksturnya lebih moist kayanya sih, rasanya kurang bisa bedain enakan mana. Dasarnya doyan #ciskek sih.. wkwk.

Resep #chocolatecheesecake (2 round pan 5 and 6 inches) ini versi pas-pasan pakai bahan yang ada di rumah saya ya.. kalo niat banget mau bikin silakan ke website akun tersebut di atas 👆Rasanya tetep uenak, kok.

🍪CRUST

– Dark cookies 1 cup digiling halus (saya pakai 1/2 pak biskuit Kelapa Ijo merk Nissin yang udah melempem plus bubuk pewarna makanan hitam sekalian eksperimen 😂)

– Butter 5-6Tbs dilelehkan (bisa pakai butter yang tawar atau asin, sesuaiin aja sama rasa kukis dan pastinya budget 😝)

📝Di resep-resep suka ditambah gula, kalo saya nggak, soale kukisnya udah manis. Takaran mentega juga kadang harus ditambah/dikurangi (tergantung jenisnya) asalkan pas dipegang dah nyatu serbuk kukisnya berarti oke.

🧀 CAKE

– 200 g cream cheese (atau kemasan 8oz / 226 g), biarkan di room temperature

– 70 g brown sugar (atau gula biasa)

– 50 g chocolate (bar atau chips)

– 50 ml fresh milk

– 1 Tbs butter

Milk + butter sebenarnya pengganti cream, kalo punya cream pakai aja 1/4cup

– 1 cup yogurt (plain/tanpa rasa)

– 2 eggs

– 1/4 cup cocoa powder (saring)

– 1 tsp vanilla extract

– a pinch of salt (sejumput aja)

🎂 METHOD

(1) Lelehkan coklat bersamaan dengan susu dan butter di microwave / double bowl alias ditim, lalu dinginkan

(2) Panaskan oven 160 derCel, pasang loyang oven dan tuang air 1/4 tinggi. Saya pakai metode #waterbath, kalo nggak skip aja airnya. Lapisi bagian luar loyang dengan aluminium foil agar air tidak masuk ke loyang.

(3) Alasi dasar dan samping loyang dengan kertas kue

(4) Susun campuran CRUST di dasar loyang. Tekan-tekan hingga tingginya merata. Panggang di oven sampai kering, sekitar 10 menit.

(5) Cream cheese dan gula dikocok rata, masukkan yogurt, telur, vanila, dan cocoa powder. Kocok semua bahan hingga tercampur sempurna. Step ini bisa dilakukan manual dengan whisk atau mixer.

(6) Tuangkan campuran isi cheesecake ke dalam loyang. Panggang 1 jam.

(7) Dinginkan minimal 3 jam dalam kulkas sebelum dihidangkan

First Trial Kid-O-Kid


I’ve been curious with this place since we moved to Japan a year ago. Turned out Musa tried this indoor play area when we didn’t plan it. I think by applying the fee formation they’re having now, they target the visitor with little kids to pick “one day pass” plan.

1100 yen for the first 30 minutes (600 yen for kid and 500 yen for adult or kid’s caregiver) VS

1700 yen for all day playing (1 adult and 1 kid)

Which one are you going to choose?

Continue reading