JR Tokyo Wide Pass (2): Autumn Off


Day 1: Yamanashi

Breathing fresh air and seing wild nature. Shosenkyo is located near Kofu city in Yamanashi perf. We reached there in about 1.5 hour train from Shinjuku and half an hour bus ride from Kofu station. The whole train journey is covered by Tokyo Wide Pass. (see original post on FB)

yamanashi-shosenkyo(1)yamanashi-shosenkyo(2) Continue reading

Advertisements

Hajimete no Undokai


Despite the wheezing and terrible cough since the night before day D, Musa fought his weakness to join his first undokai, which was happened to coincide with “Health and Sports Day” holiday in Japan. He almost gave up to go and kept saying “I’m feeling not good”, but his motivation came out as we arrived at the venue and he was able to join all the programs for nenshou group (年少組) until finished. What a beautiful moment to remember the whole life 💙

View this post on Instagram

Despite the wheezing and terrible cough since last night, today #musaromas fighted his weakness to join his first #undokai in the “Health and Sports Day” holiday. His motivation came out as we arrived at the venue. What a beautiful moment to remember the whole life 💙 … Undokai adalah salah satu event yg paling ditunggu ortu anak sekolahan di Jepang, aplg yg newbie cem kami 😂 Ini semacam pesta olahraga gitu, di mana sekolah2 ngadain sendiri2 utk muridnya. Umumnya emg sekitar Oktober dekat Hari Kesehatan dan Olah Raga yg jadi libur nasional, tapi tingkat SD ke atas ada jg yg ngadain bulan 5, jadi TK-TK yg nggak punya lapangan gede kaya punya Musa bisa pakai gedung SD. … Undokai Musa harusnya Sabtu kemarin, tapi ramalan cuaca weekend kurang bagus, jadilah hari ini, sayangnya kondisi Musa yg masih fluktuatif sakit beraneka ragam sebulanan ini, malah ngedrop krn alerginya kumat (asma: batuk, bengek). Karena event ini sgt penting dan ditunggu bgt, Musa ttp ikut wlpn mogok lari dan nari 😅. Papa brgkt duluan buat take tempat, tak disangka ternyata 30mnt sblm gerbang buka masih sepi.. ga kaya laporan para netizen yg pada antri dr Subuh. Wkwk. … Alhamdulillah, you did a good job, Musa!

A post shared by Ega Dioni Putri (@egadioniputri) on

[The full story will be written in Bahasa Indonesia with picture captions in English]

Sekilas Tentang Undokai

Undokai adalah salah satu event yang paling ditunggu ortu anak sekolahan di Jepang, apalagi yang newbie macam kami 😂. Acara ini semacam pesta olahraga di mana tiap sekolah mengadakan sendiri-sendiri untuk muridnya. Cuma sehari aja, tapi di situ jadi ajang anak-anak untuk unjuk kebolehan di depan keluarganya. Bukan hanya orang tua, para native biasanya rombongan nontonnya sama kakek, nenek, paman, bibi, atau saudara si anak. Di Ota-ku, area kota yang kami tinggali di Tokyo), untuk anak-anak berkebutuhan khusus, mereka disatukan dalam satu ajang undokai tersendiri yand diselenggarakan oleh pemerintah kota. Keren, ya, udah kaya Asian Games atau Olympic aja ada versi “Para”-nya juga.

Umumnya undokai diadakan sekitar Oktober sebelum, saat, atau setelah Hari Kesehatan dan Olah Raga yang jadi libur nasional. Namun, sebagian sekolah tingkat SD ke atas ada juga yang lebih dulu mengadakannya di bulan Mei. Menurut saya strategi ini bagus, sih.. jadi kehebohan persiapannya nggak terpusat di satu periode yang sama seperti di Indonesia ketika peringatan Hari Kemerdekaan. Belanja di toko banyak saingan, nyewa baju harus rebutan, semua sibuk beresin tugas masing-masing nggak bisa saling gantiin.. dan sebagainya. Hehe. Efek baiknya juga, TK-TK yang umumnya tidak punya lapangan jadi bisa pinjam gedung SD yang sedang kosong (tidak ada undokai di bulan Oktober). Gedung SD di Jepang memang standarnya harus punya lapangan yang cukup luas untuk kegiatan olah tubuh. Kalo TK palingan halaman buat playground aja punyanya.

The elementary school yard which was used for undokai by Musa’s kindergarten

Continue reading

Eid Mubarak 2018


Posted from egadioniputri‘s Instagram with improvement

HAPPY EID from our family to yours! Never stop spreading #love because our creator is Ar-Rahman Ar-Rahim 🧡

Mohon maaf lahir dan batin ya, gaes.. tulung dibukakno lawang pangapura sakombo-ombone kanggo arek telu ndhek foto iki 🙏🏻 .

family eid picture at odaiba, tokyo, japan

Walking around Odaiba with Om Fio after Eid prayer

Saking keasyikan #bermaafmaafan sampai lupa upload ucapan sendiri di mari, jadi jatuhnya sudah hari #lebaran kedua untuk wilayah Jepang 😬 Lebaran yang sangat berkesan bagi saya karena kehadiran adik @fioagani ke Tokyo (waza-waza dateng dari Niigata), jadi berasa terobati kerinduan akan keluarga di Indonesia. Karena dialah ada sesi foto di atas, maklum ngajakin turis main. 😆 . Continue reading

JR Tokyo Wide Pass 1: Golden Week Holiday


Posted from Aisar’s Facebook with improved pictures

Thanks to JR Tokyo Wide Pass, we could travel to as far as Nikko, Izu, and Kusatsu Onsen in Gunma without breaking the wallet!

And seriously all the venues posted here are kids friendly and accessible, by train or bus ride. One thing to note, we got into the bottom of this beautiful 100 m deep waterfall in Nikko, not by foot, but by an elevator! Who would build an elevator near a waterfall, if not Japanese.

I seriously adore this country nature and the people who built it.

NIKKO

Nikko station Tochigi Japan

Nikko station from the front. We could feel the sensation of “heritage site” since this starting point. The stations we passed along Nikko Line are also designed in vintage style.

Shinkyo Bridge - Nikko - Tochigi - Japan

That famous Shinkyo Bridge. We decided to walk to reach this spot because the traffic jam was terrible when we arrived at Nikko station. It’s not far and even interesting to see the stores along the main street which some of them were listed in the walking map.

Continue reading

Swiss for Real (Part 1)


Despite numerous travel experience with Musa (now 2y10m) only, I never made plan as detail as our journey to Swiss Alps two weeks ago (3/7-8). Still, I’m not confident to consider it as itinerary because I only wrote down the timing of transportation (travel duration and availability) and rough to-do-list description. Our trips often went impulsively, unplanned, and yielded unpredictable results 😀 At least, starring places in the G Maps application on phone prior to trip is really life safer. We can find alternatives quickly when shit happened at the spot without spending much time to googling. It’s been a habit for Aisar too. Even when three of us are going together, it doesn’t mean the trip will run more organized. No itinerary has been our trip behavior since having kid. LOL.

Okay, let’s go back to my Suisse trip.. don’t let my confession deter your spirit to fly high, especially if you’re a mom like me who has no choice but carrying your kid(s) everywhere 😛

Bulan Oktober lalu, saya terlibat obrolan dengan seorang teman yang anaknya beda sebulan dengan Musa. Kami sama-sama suka kabur dari rumah kalo pas suami dinas ke luar negeri demi mengusir rasa bosan dan kehilangan. Pada saat itu saya memuji dia yang berani main jauh sama anaknya ke Kyoto pakai nginap segala karena saya levelnya cuma menjelajah Tokyo dan sekitarnya aja yang pergi pagi dan pulang malam. Belum pernah kepikiran ajak Musa nginap tanpa suami di usianya yang udah susah dikendaliin ini, padahal kalo diingat, saya pernah bermalam sama bocah aja di Dallas, Texas, selama 2 hari 2 malam karena saya nggak bawa paspor dan nggak bisa balik ke Michigan sehingga kepulangan harus diundur, tapi emang Musa masih setahunan, lebih nurut. Wakakak. Yang kedua, ternyata saat mudik kemarin kejadian lagi menginap dadakan kaya gitu, cuma kali itu di Cirebon dan nggak ke luar hotel sampai dijemput (baca di sini).

Di Swiss ini, barulah bisa dihitung sebagai perjalanan berdua emak dan bocah yang diniatin. Meskipun hanya 2 hari 1 malam penuh, pengalaman ini cukup membuat saya ketagihan. Bedanya dengan pergi sendiri di Indonesia tentu karena nggak bisa dikit-dikit manggil ojek atau taxi, yang mana bikin saya kerepotan kalo anak udah rewel, baterai hape mau habis, dan tempatnya antah berantah. Oleh karena itu, seperti diceritakan di atas, demi mulusnya perjalanan impian ke pegunungan Alpen Swiss, saya benar-benar pelajari medan sebelum pergi. Walaupun masih jetlag karena baru tiba di bumi Eropa kurang dari 48 jam, we did it!

Continue reading