Birth Story of Baby Noah


Setelah salah ngitung kalo adik lahirnya lebih telat dari abang Musa*, ternyata adik membuktikan dia bisa mencetak rekor proses lahiran yang jauh lebih cepat tanpa membuat Mama sakit lebih lama daripada perjalanan kakaknya dulu.

*Yang betul: sama-sama lahir hari Jumat sebelum Subuh di H-3 dari HPL, tapi adik 1,5 jam lebih mundur jamnya dari jam lahir kakak

Hari Kamis, H-1 persalinan

Seharian Mama cuma ngalamin sekali kontraksi palsu dan itu pun nggak serius, padahal hari-hari sebelumnya kadang dapet yang lebih sakit. Lumayan lama adik PHP-in Mama dengan Braxton Hicks ini. Sejak usia kandungan 36 minggu. Agak merasa bersalah karena Mama memang minim usaha kali ini, kurang jalan-jalan, malas keluar karena dinginnya winter, dan makin deket HPL malah banyak duduk njahit bantalan kasur bayi.

Siang hari, Mama nitip dibeliin birthing ball. Dipake dua kali sorenya, bentar-bentar doang paling lima menitan aja goyang-goyang di situ. Menjelang jam 6 malam, flek (“bloody show”) yang ditunggu-tunggu keluar juga. Baru disitulah mulai yakin adik bentar lagi lahir.. tapi, sampai tidur tengah malam nggak ada kontraksi sama sekali. Continue reading

Advertisements

Official Maternity Shoot of Baby No.2


View this post on Instagram

The first VS the second at the same gestational age: 30 weeks. It’s clear which one was well prepared by seeing the differences: dresscode, property, camera quality, pose, location 🤣. . . Dua foto ini menggambarkan secara gamblang nasib anak kedua yang serba disantaiin. Wkwk.. nggak ada plan pemotretan, nggak ada kembaran baju, nggak punya properti, lokasi seadanya di depan mall, pakai hape dan tongsis ber-tripod yg rusak jadi diberdiriin lalu diganjal botol minum 🙄. Maaf ya, adek.. percayalah ini cuma hal sepele yang nggak ada hubungannya dengan lebih sedikitnya cinta Mama Papa ke kamu nanti. InsyaaAllah sayangnya sama kaya ke mas Musa, perhatiannya juga nggak dibedain, prioritas sesuai dengan kebutuhan kalian, dan secara pribadi Mama punya feeling N bakal jadi pribadi yang lebih mandiri dan ‘nrimo’ daripada kakakmu karena selama di perut pun udah terbiasa bantu Mama ngurusin si mas, gonjang-ganjing di dalem pas naik sepeda ke sana kemari sejak 10 minggu. Belum lagi dengar suara cempreng Mama atau abangmu kalo lagi melting down. 😆 . . Sekilas tentang kontrol kehamilan di Jepang (maaf buat yang nanyain, belum sempat nulis lagi di blog 🙈) .. Kalo versi RS ijk, di usia 28-31 minggu udah disuruh nyiapin hospital bag (tas bawaan barang ke RS). .. Usia kehamilan dihitung 10 bulan, bukan 9 bulan. Jadi saya dianggap udah 8 bulan. .. Trimester 1 dan 3 kontrol tiap 2 minggu sekali, trimester 3 diselang-seling antara dokter dan bidan. Trimester 2 cuma sebulan sekali aja. .. Kenaikan BB maksimal scr umum 10-11 kg, tapi di panduan sebenarnya tergantung BB awal. Dokter sini strict soal ini kalo udah over naiknya. .. Nggak ada vitamin/suplemen yg diresepin/dianjurkan (asumsi orjep makannya udah proper), jadi kita inisiatif sendiri beli asam folat, zat besi, kalsium, multivitamin, dsb. .. Tiap kontrol harus pake voucher dr pemerintah kalo mau dapat subsidi biaya. .. Tes genetik ga ada / ga ditawarkan, adanya kewajiban bayar asuransi buat jaga-jaga kalo anaknya cacat (spesifik “cerebral palsy” —> ini masih ga ngerti kalo kondisi lainnya gimana). .. Tipikal dokter-dokter di sini kaya di Amrik: “lu nggak nanya gue ga jelasin” dan “ga ada problem ga ada komentar” 😁.

A post shared by Ega Dioni Putri (@egadioniputri) on

Started a New Living


Big smile after 2 months of struggle to find a decent place for Musa and his little bro. Wish us luck with the moving and start of a new living!

house kessai Japan

House kessai (決裁) on Oct 29. 2018

My reviews about the process of buying house in Japan:

(1) Is it worth buying a house in Tokyo, Japan and how does it compare with paying a rent?

(2) How much does it cost to buy a house in Tokyo, Japan? How could foreigners afford it?

(3) How can foreigners secure a housing loan or mortgage in Japan?

(4) What is the process of buying a house and getting a housing loan in Japan? Continue reading

[Bento Musa] Daily Look of Bento Packing


Posted from egadioniputri‘s Instagram

“Before everything is packed” 🍱

Salmon and black sesame onigiri, chicken frank, egg, veggies fruits.

Rutinitas Mama tiap pagi, kecuali Rabu (hari pulang cepat jam 12, makan di rumah) kali ini menampilkan bento kurang sayur karena belum belanja lagi dan termos isi teh anget request bocah 😁 Continue reading

Walking One Mil for Little Picnic


Musa had his first picnic with his kindergarten friends and teachers today. This picnic was called engai (園外) which is literally out of garden (園 refers to ‘kindergarten’). It’s a simpler version of ensoku (遠足), another common term in Japanese kindergarten life, which means “excursion”, a more serious and farther trip that usually needs guardian to accompany the kid.

For this little picnic, the kids have been prepared since a week before by doing simulation. One day, they were brought to walk around the kindergarten. In another day, the teachers asked the parents to bring the kids lunch without box and necessary equipment such as waterproof mat, plastic bags, plus wipes. At that time, the rain was falling, so they moved simulation location from school yard to the classrooms, Musa and friends were practiced to:

  • unfold and fold the mat
  • open their bento (in onigiri wrap or sandwich wrap, whatever foods without box) and eat without table
  • cleaning their hands without water
  • put everything, including the water bottle, to be fit into their school rucksack (usually they put more stuffs in a tote bag)

How was the Day-D? The result was awesome! Continue reading