Pee Accidents Post Potty Training


Twice pee accidents during Ramadan after two months potty trained! 😫 The culprit is SWEET DRINKS every iftar time which make him has urge more frequently. 🥤🍧🍸🍹 . Duh duh duh.. pusing pala mama semalam #musaromas ngompol di kasur dan sebelumnya di masjid. Dua kali selama bulan #Ramadan2018 ini! padahal selama masa toilet training aja dia terhitung cuma pernah sekali ngompol di kasur saat tidur siang, lalu sekali saat di pagi hari dan itu pun dia baru bangun tapi telat ke toilet. Ini udah dua bulan bebas popok tiba-tiba ngompol-ngompol lagi 😥. . Kejadian semalam benar-benar tidak terprediksi karena nggak seperti di masjid Indonesia yang minuman bukanya enak-enak macem es teler, es campur, dkk., di masjid Kamata (mayoritas orang Bangladesh) dia cuma minum es sirup segelas ditambah separo pak jus apel dr aunty @sstefchan. . Sementara itu, kejadian di masjid Indonesia (20/6) emang karena dia khilaf minum es teler dua gelas besar.. enak, sih, yes 😂 Tahunya dia jadi sering minta pipis, tapi sampe akhirnya dia ngompol itu mama syok juga. Jeda pipis terakhir sampe pipis yang dia nggak bisa tahan itu cuma dua rakaat tarawih.. dan dia udah ngempet mau bilang karena mama lagi shalat. Begitu dia bilang “pee, pee!” mama langsung batalin shalat dan angkat ke toilet tapi sampe toilet nggak keluar, lihat ke belakang.. jeng jeng! Ternyata udah berceceran ngebentuk jejak bertitik-titik di lantai masjid tak berkarpet 😖 Ngepel lah mama.. 😪 . . Setelah kejadian itu, jujur mama sebenarnya udah berhati-hati mengawasi intake dia akan minuman manis yang sudah pasti keluar di menu #bukapuasa karena kalo melarang sama sekali percuma aja, namanya juga bocah. Buibu yang pernah bawa anaknya ke pengajian atau kumpul-kumpul pasti ngerti gimana “pasrahnya” anak susah makan makanan yang bener (baca: menu utama macem nasi + lauk) saat didepannya disuguhkan berbagai makanan dan minuman manis 😁 Nom nom nom.. jadi pelajaran juga buat saya biar tetap pakein dia pad kalo lagi ke masjid, cuma belum pernah diterapin dan alhamdulillah beberapa kali tarawih aman. . Tiga minggu berlalu sejak insiden ngompol di masjid, rupanya dia memilih melanjutkan mimpinya dan pipis di kasur semalam 😅

A post shared by Ega Dioni Putri (@egadioniputri) on

Advertisements
potty (toilet) training story copy

Bye-bye, Diaper!


“Little poop going down” said Musa to his grandpa and grandma when we were in Hibiya park enjoying tulips (2018/04/10)  🤣 I think it was the most epic words from him during his toilet training and also that day was considered as my most thrilling moment with an on-training-toddler because for the first time I trusted him to not wear training pad at all while going outside. He, however, managed to keep his brief (or boxer? or trunk? whatever you say) dry until we touched down home again despite the challenges to find public toilet along our way for the first tour of Datuk and Nenek (Aisar’s parents) in Tokyo: Tokyo station –> Imperial Palace –> Hibiya Park –> Tokyo Tower. Super thankful Japan is very convenient in terms of providing the restroom wherever we go.

tulips in Hibiya Park Tokyo

Who knew that in this pic somebody was actually holding his urge to go to toilet 😀

It took over two weeks to finally I got ready to let Musa move without training pad support the whole day and night. Why me who got ready? Yeah, potty training  or toilet training is not only about your kid’s achievement. The challenge itself could be bigger in parent’s readiness, for example in my case I wasn’t prepared to train him in the winter since it would be bother me a lot to have extra laundry and wait them dry. I imagined to wash his clothes more plus the carpets, blanket, bed sheets, mattress and pillow, etc. which might be affected by pee or poo accidents. So, I waited until the temperature raised. Sadly, I already slipped my target to get him trained in the summer last year due to busy days, thus I didn’t want to wait till the next summer. Continue reading

Potty Training On Progress


Walaupun pecicilan, this boy always did awesome job for his milestones. Mulai MPASI (solid foods), penyapihan (weaning), sampai belajar pipis di toilet (#pottytraining), dia bisa mulai langsung jalan sejak seruan dikumandangkan 😂. We started 4 days ago to SERIOUSLY ask him pee and poo in the toilet, and since the first success of his peeing, he continued to say “pee” everytime he needed and today his training pad remained dry for 12 hours. Ini berarti dia udah bisa nahan pipisnya dan nggak nyaman pipis dipopoknya lagi. Tinggal pup aja yang belum bisa keluar meski udah mau ke toilet. Udah dua hari ini pupnya susah karena sepertinya doi tahan. Insiden ngompol baru 2x karena telat ke toilet. Wakakak.. untung ga di karpet 🤣 #musaromas . . #toddlerlife #toddlerfun #babymilestones

A post shared by Ega Dioni Putri (@egadioniputri) on

1000 Days Musa


1020 days #musaromas and he’s done watching show in the planetarium (25 years ++ sooner than me) followed with some repetition of the word “planet” #anakzamannow 👦🏻 Mama hampir nulis review di sini tapi akhirnya pindah ke blog karena kepanjangan 😂 Tunggu update-nya di Story ya, om tante eyang friends-nya Musa! (Dia panggil semuanya itu “friends”) 💓 . . 200 days ago he could only say a few sentences and mostly talk in words or phrases (I posted the review on this account too), but now? I’m overwhelmed with his “kicauan” which barely stopped since he wakes up in the morning until he instructs everybody else at night, “Papa, Mama, close eyes! Cover face with blankie” (while he’s literally covering our faces forcing us to sleep along with him) 🤣 . . . A little review about TSUKUBA: Not so many fun kid places to explore at Tsukuba by the way, so we miss Tokyo a lot and hope to not move here (meski desas-desus dari kantor makin kenceng, doa harus lebih kenceng) 😬 CAR is a rule to gain more happiness here I think.. haha.. (karena Mama ga betah kalo ga bisa ke mana-mana), reminds me to Michigan life 🚗 😉 I even couldn’t find playground in four parks within 1 K radius from hotel to the station! Compared to Tokyo where like every block has playground, I prefer to fight the crowded city than struggle spacious countryside 😜 . . . . . #mamablogger #kidlife #toddlerfun #toddlersofig #twoyearsold #parentlife #mommyhood #mommyandson #motherson #lifeissweet #trulyblessed #forevergrateful #momlifeisthebestlife #letthemexplore #borntobegreat #thoughtoftheday #facingthefuture #nomadlife #adventurous #adventurers #tsukuba #japan

A post shared by Ega Dioni Putri (@egadioniputri) on

Berhubung angkanya lumayan cantik bolehlah dibuat sedikit catatan (beuh, padahal sih karena 1000 harinya kelewat 🙈 eh nggak apa-apa lah justru biar nggak sama kaya timing orang tahlilan.. wkwk). Bikin catatan perkembangan anak itu paling susah adalah menggali memori saking tiap detiknya lihat dia, jadi terasa seperti berlalu begitu saja semuanya tak ada yang spesial. Ye, kan? Makanya nulis ini penting biar ntar pas ditanya umur segini bisa ngapain aja kagak lupa. Mana tahu bisa jadi panduan mahmud yang usia anak pertamanya lebih muda atau calon ibu yang rajin mempersiapkan diri. Secara yaa dulu sebelum jadi Mama itu saya ini nol puthul alias nge-blank soal tumbuh kembang anak..

★ His physics at glance ★

Tahun lalu target saya Musa mencapai 12 kg, tapi nyatanya mentok di 11.5-11.7 kg sampai sekarang. Meski tampak kurus dan memang di grafik agak dekat underweight area, doi selera makannya tinggi. Suka apa aja, hanya nggak telaten untuk duduk manis makan utama yang 3x sehari itu. Pernah konsultasi ke staf posyandu yang datang ke jidokan (tempat main anak) katanya juga nggak perlu khawatir selama anaknya aktif dan sehat.

Semodern apa pun emaknya, tetap urusan begini sedikit mengganggu yah.

Ukuran bajunya sekarang minimal 95 cm kalo nggak mau ngatung meskipun untuk lebarnya tentu masih over. Dalam setengah tahun terakhir udah ganti 3x ukuran sepatu dari 14 ke 17 😅 Rezekinya Mama selalu dapat harga sepatu nggak lebih dari ¥500. Dua bulan lalu doi pergi ke dentist pertama kali, cek gigi ternyata nggak ada yang rusak (damaged tooth / musiba). Namun, belakangan entah kenapa kadang muncul bau mulut. Bulan depan harusnya kunjungan ke dokter lagi.

★ Bilingual, how does it turn? ★

Penggunaan bahasa Inggris dan Indonesia yang dipakai komunikasi dari bayi mulai kelihatan hasilnya dan alhamdulillah sesuai yang diharapkan. Doi bisa ngerti dan makai keduanya tanpa bingung makna walaupun Indonesia-nya masih kaya Cyinta Lawura 😅. Cuma gawatnya belakangan dua bahasa tersebut mulai di-mix juga seperti “habisin milk” atau “egg jatuh” yang mana saya nggak suka model gini, tapi ya mungkin salah kitanya juga kadang nggak sengaja rujakan bahasanya 😜 . Dengan fenomena itu saya diingatkan untuk kembali ke jalan yang benar, agar selalu satu bahasa satu kalimat.
Continue reading