Ramadan Story: Late Night Prayer in Masjid with Toddler


Judulnya sih bahasa bule, tapi isinya kali ini pakai Bahasa kok. Haha…

Sabtu pertama di bulan Ramadan ini saya kebetulan baca tulisan anaknya bu Elly Risman, mbak Sarra Risman, tentang membawa anak ke masjid (baca di bawah), lalu di sore harinya kami berkesempatan merasakan langsung pengalaman itu dengan seorang balita yang baru genap berusia 13 bulan tiga hari sebelumnya dan sudah bisa jalan sejak 10 bulan (ini penting ditulis agar terbayang seberapa heboh gerakannya sekarang.. wkwk :P). Berhubung kerepotannya sungguh tak disangka sebelumnya dan jadi kepikiran beberapa hal, saya putuskan perlu menuliskannya di sini demi memberi gambaran tentang “begini lho bawa anak (kecil) ke masjid itu” versi keluarga kecil #ea5512. Kami ajak Musa ke masjid dengan tidak bermaksud muluk-muluk semacam menanamkan kecintaan pada rumah Allahi sejak dini sih, tapi karena memang tidak ada yang menjaganya di rumah. Hihi.

Intermezzo dulu ya..

Sejak memasuki bulan Ramadan, kami sudah niatkan untuk berbuka puasa di masjid setiap weekend dan memang rata-rata masjid hanya mengadakan community dinner atau fundraising iftar di hari-hari itu. Selama Ramadan saya sebagai ibu rempong dengan balita baru yang tak bisa diprediksi jam tidurnya, tidak berharap akan bisa tarawih berjamaah di masjid, apalagi jam tarawih tahun ini sudah tidak sehat untuk anak-anak. Jam 12 malam kira-kira baru beres setengahnya.. bisa sahur sekalian tuh kalo ikut yang 23 rakaat :mrgreen:. Namun, di keluarga kami dari sononya biasa jalanin yang 11 rakaat aja (8 rakaat tarawih + 3 rakaat witir). Di hari-hari kerja, sementara saya salat sendiri di rumah, Aisar alhamdulillah masih bisa ikut sampai delapan rakaat tiap malamnya di masjid terdekat dari rumah (kurleb 7-8 menit naik mobil.. alhamdulillah) dengan syarat harus tidur dulu sepulang kantor sampai waktu berbuka puasa (sekitar jam 7-9 malam). Hehe. Di pagi hari, setelah sahur, doi juga alhamdulillah masih bisa ikutan jamaah Subuh di masjid, terus tidur lagi sampai mau berangkat ke kantor.

Continue reading

Cooking August 03, 2016 at 07:12PM


Got “dumped” salmon bones for only $1 in a Japanese market and #recipega turned it into homemade sushi for the little #musaromas and his Papa Mama. Recipe note: • top left >> sort the salmon pieces, pick the thick ones to cut into raw salmon slices and grill the rest in a griddle with olive oil + pinch of salt and black pepper • top right >> flake the grilled salmon so the meat can be separated from the bone, then roll with other fillings in nori sheet • middle right >> make the sushi roll❕place the rice on top of nori and flip rice side down in non-stick sushi mat or #makisu, put the fillings (I used some sushi flakes and mixed it with mayonnaise, plus some thinly sliced cucumber, avocado, and crab stick or #kanikama) • bottom left and right: oh my.. You have delicious sushi beatable to restaurant’s • • #salmon #salmonbones #salmonroll #salmonsushi #caterpillarroll #cookingmama #japanesefood #homemadesushi Posted by @egadioniputri via Instagram

FB Status on July 29, 2016 at 06:03PM


#ea5512 As a boy, Musa doesn’t have any single car toy.. The only things-that-go he has are these two cute guys and a new train toy to ride. He’s happy enough😄

Sebagai seorang anak laki-laki, Musa nggak punya satu pun mobil-mobilan.. tapi ngomongin soal sesuatu yang bisa jalan, doi punya dua temen lucu ini dan sebuah kereta-keretaan baru buat dinaiki. Itu aja udah bikin doi bahagia plus bisa seseruan main tabrak-tabrakan 😄

Jangan kecewa kalo anak kita nggak tertarik dengan (atau nggak manfaatin maksimal mainan) yang kita beliin. Butuh waktu buat dia untuk kemudian mencintainya.. (Halah) Musa alhamdulillah selalu suka sih mainan yang kami pilihin, tapi seringnya awal-awal dibeliin, terutama ketika masih bayi, doi main cuma sekedar lalu aja, pegang-pegang dikit terus melengos.

Akan tetapi, saya perhatikan, begitu melewati umur satu tahun doi kaya berubah jadi “manusia” beneran alias perilakunya natural seperti kita-kita orang dewasa ini, bisa berekspresi, daaan mulai bisa bereksplorasi dengan semua mainan (buku juga, ding) yang kami belikan dan doi terima sebagai hadiah sejak masih bayi, bahkan sebelum lahir..

Eksplorasi ala Musa sih nggak selalu bermain sesuai dengan tujuan diciptakannya mainan itu, tapi kadang suka-suka doi aja mau diapain. Misalnya nih, Mama pernah bikin Ring Toss pake sedotan, boks bekas susu, dan karet rambut warna-warni.. sementara Mama heboh bersorak dalam rangka ngasih contoh masukin karetnya ke dalam sedotan sesuai warnanya, eh si bocah malah sibuk nyabutin sedotannya dari boks. Well, gapapa sih.. konon itu namanya open-ended playing dan hampir semua anak pasti alamiahnya begitu. Sering kan lihat anak dibeliin mainan baru justru lebih tertarik mainin kardus, plastik, atau kertas kemasannya? -__-” No worries, it’s the sign that you have creative kid(s) 😆

Posted from Ega Dioni Putri’s Facebook

Arus Balik versi Midwest


#ea5512 Laporan puncak arus balik dari jalur pantura Amrik: Padat merayap, Pemirsa!!! Seriusan lho.. orang-orang di Amrik minggu ini emang pada banyak yang ambil cuti seminggu dan mudik karena hari ada libur Independence Day dan summer vacation-nya anak-anak sekolahan. Beberapa muslim yang kami tahu juga memanfaatkan moment ini untuk liburan hari raya. Sementara itu, kami yang berhalangan lebaran di kampung tahun ini, memilih untuk merayakan lebaran di tanah kelahiran Musa, mudiknya ke Ann Arbor aja.. cuma 40 menit dari rumah, disusul kemudian di hari kedua lebaran liburan ke metropolitan terdekat, Chicago, yang hanya 4 jam by car. Loooove the city! Kotanya nggak serame New York atau Jakarta, tapi udah lengkap apa aja ada, daaan masih lumayan bersih. *padahal sebenernya lagi ada perlu sama visa* Ini cerita mudikku.. Mana ceritamu?😀
Posted by Ega Dioni Putri via Facebook

Lemon Butter Barramundi Fillet


We eat seafood at least twice a week, but #recipega is not used to do experiment with #fish. The variety of fishes we buy fresh / frozen in USA is limited to salmon, flounder, tilapia, and cod. This is our #firsttime to give a try for #baramundi (Asian #seabass). Bought it frozen from #traderjoes, followed the recipe on its package (#lemonbutter), and got the taste similar to Indonesian #kakapbakar!

Posted by @egadioniputri via Instagram

Recipe originally follows instruction on the package of barramundi fillet I bought in Trader Joe’s, which approximately as written in this blog.