Shrimp and Green Pepper Fried Rice


Pi-man (ピーマン), the way Japanese call “green pepper” or unripen pepper, is not in our favorite vegetables list, but we buy when it’s on sale and eat when it’s served 🙂 Unlike the common red, yellow, or orange bell pepper (me and Musa love it a lot!), piman has thin flesh and less juicy. For me, it’s not nice to be eaten raw or in other words to be thrown into salad. Cooking piman always be challenging for me. That’s why I’m excited when getting hooked by this simple recipe today right at the must time to use up my wrinkled piman. It’s originally a recipe for side dish, but I modified it by mixing leftover rice into the cuisine.

Continue reading

Advertisements

Colored Rice Roll with Furikake


はじめての #デコふり の使用 🍭I'm surprised to know this #100円 shop #ふりかけ doesn't use chemical #foodcoloring! Instead, it uses #sweetpotatopowder #paprikapowder #spinachpowder etc. Bravo, Japan 👏🏼 🇯🇵 #recipega • • Buat #bento Musa ke #jidokan (#児童館) hari ini Mama iseng bikin #nasigulung (#rolledsushi?) pakai nasi yang udah diwarnain dengan serbuk furikake. Ternyata semua warna nggak pakai pewarna buatan, tapi diambil dari bahan alami seperti bubuk ketela (ungu), paprika (oranye), dsb (sisanya lupa ntar dilihat lagi.. tadi buru-buru soalnya. pas beli mah baca cepet komposisi aman/nggak amannya aja. ekekek) • • #hagoromo #はごろもフーズ #お弁当 #弁当 #巻きご飯 #児童館弁当 #mickey

A post shared by Ega Dioni Putri (@egadioniputri) on

Chesnut Mont Blanc


My son’s favorite song these days is “Ookina Kuri no Ki no Shita de” (Under the Big Chesnut Tree). He seemed bringing home a deep memory about this song since it was taught in jidokan (children hall) during the last month, which is like compulsory song for Japanese kids in the autumn. Haha. Meanwhile, in the Mom’s world, kuri (chestnut) itself started stealing my heart by showing up more often on Japanese patisserie, Japanese cooking programs, Japanese foodie accounts, etc. right after the summer season ends.. 🤤 Anddd as a nuts big fan, I can’t resist its charm that impulsively bought a basket of fresh chesnuts without idea how much effort I need to peel until I spent 1,5 hours just to separate the meats and the shells of (only) two dozens chesnuts 😑. Phew!

I read the recipe to make maron paste (マロンペースト) from scratch indeed, but it didn’t tell anything about peeling process, just boiling, and between the hectic moments in preparing dinner meal, I had no time to watch the video, so I kept going. After boiling in the covered pot for 20 minutes, I added a pinch of salt, boiled again for 5 minutes, drained the water, soaked the chesnuts in the cold water, then peeled it using small knife.

I think I’ll buy the ready-to-eat chesnuts next time. Thank you for the experience though! LOL

Continue reading

Tom Yum Soup (without Coconut Milk)


Posted from egadioniputri‘s Instagram on October 26, 2017 at 10:53AM

Tom Yum Soup (without coconut milk) in the rainy day is the best menu you could expect! ☔️
👨‍🍳 Original recipe from this page by @thespruceeats
🍳 Recooked and modified by #recipega(written below in 🇮🇩)
.
.
Belakangan ini karena hujan terus, saya sering bikin bakso, sup, mie rebus, bakso lagi, sup lagi, dan seterusnya. Bosen juga lama-lama sama menu nusantara. Akhirnya semalam (hujan juga) saya yang lagi pengen makan seafood langsung kepikirannya sup udang ala Thailand yang asem-asem gurih pasti segeeerrr.. tapi awalnya cuma nemu resep-resep #tomyum pakai santan. Baru setelah spesifik cari, nemu juga yang bening, padahal aslinya tom yum tradisional emang #tanpasantan. Begitu jadi, duuuh.. cinta banget deh! Aromanya persis seperti yang saya bayangkan. Rasanya pun tak disangka autentik meski dengan bahan seadanya. Musa aja nambah berkali-kali dan mau nyeruput kuahnya.. .
.
#reseptomyum utk 2 porsi
🍜 BAHAN
– 250ml atau lebih kaldu ayam homemade (WAJIB ada di freezer saya jadi saya selalu nyetok, saat masak ayam atau sapi, kulit/uratnya saya sisihkan untuk buat kaldu), tambah air secukupnya
– 1 btg serai, iris tipis
– 2 daun jeruk
– 3 siung bawah putih
– 1 ruas lengkuas
– 1/2 ~ 1 cabe merah gede (buang biji kalo buat anak)
– jus dari 1 buah jeruk (saya pakai jeruk buah biasa)
– 1/2 sdm shoyu
– 1 sdm minyak ikan Thailand
– 1/2 sdm gula
– 6 bh udang large size
– 1/2 kotak tahu (12×12 cm)
– sayuran (saya: sawi ijo 3 ikat daun aja, sawi putih 1 cup, jamur kuping 5 bh, tomat cherry 2 bh, dan daun seledri buat pemanis terakhir)
🥘 METODE
(1) Didihkan: kaldu ayam dan air, batang serai dan daun jeruk
(2) Kecilkan api, masukkan ulekan bawang putih dan lengkuas, potongan cabe, dan perasan jeruk
(3) Masukkan udang, shoyu dan minyak ikan, gula, lalu sayuran yang udah dipotongin
(4) Masukkan potongan tahu
(5) Sajikan (saya pakai nasi dan remukan pangsit goreng 😝)
.
.
#tomyumkung #tomyumsoup#shrimptomyum #rainyday #homemade

Chocolate Cheesecake


Posted by egadioniputri via Instagram at October 11, 2017 at 05: 19 am JST

Chocolate cheesecake 🍫 and an attempt to create “black crust” from regular brown cookies 🤣 This is #flourless, so you can call it #glutenfree or something 😜 (resep ala #recipega bhs 🇮🇩 bisa dibaca di bawah)
👩🏻‍🍳 Recipe inspired from @thereciperebel (click here), but I modified it quite much considering the available ingredients.

Dalam rangka penyelamatan sisa yogurt, cream cheese, dan butter (ini mah tahan lama 😬) sebelum trip penghabisan cuti tahunan yang bermula hari ini. Hahaha. Biasanya saya kalo bikin #cheesecake ala bule gini nggak pakai telur, tapi kali ini eksperimen pakai telur dan tanpa tepung sama sekali. Teksturnya lebih moist kayanya sih, rasanya kurang bisa bedain enakan mana. Dasarnya doyan #ciskek sih.. wkwk.

Resep #chocolatecheesecake (2 round pan 5 and 6 inches) ini versi pas-pasan pakai bahan yang ada di rumah saya ya.. kalo niat banget mau bikin silakan ke website akun tersebut di atas 👆Rasanya tetep uenak, kok.

🍪CRUST

– Dark cookies 1 cup digiling halus (saya pakai 1/2 pak biskuit Kelapa Ijo merk Nissin yang udah melempem plus bubuk pewarna makanan hitam sekalian eksperimen 😂)

– Butter 5-6Tbs dilelehkan (bisa pakai butter yang tawar atau asin, sesuaiin aja sama rasa kukis dan pastinya budget 😝)

📝Di resep-resep suka ditambah gula, kalo saya nggak, soale kukisnya udah manis. Takaran mentega juga kadang harus ditambah/dikurangi (tergantung jenisnya) asalkan pas dipegang dah nyatu serbuk kukisnya berarti oke.

🧀 CAKE

– 200 g cream cheese (atau kemasan 8oz / 226 g), biarkan di room temperature

– 70 g brown sugar (atau gula biasa)

– 50 g chocolate (bar atau chips)

– 50 ml fresh milk

– 1 Tbs butter

Milk + butter sebenarnya pengganti cream, kalo punya cream pakai aja 1/4cup

– 1 cup yogurt (plain/tanpa rasa)

– 2 eggs

– 1/4 cup cocoa powder (saring)

– 1 tsp vanilla extract

– a pinch of salt (sejumput aja)

🎂 METHOD

(1) Lelehkan coklat bersamaan dengan susu dan butter di microwave / double bowl alias ditim, lalu dinginkan

(2) Panaskan oven 160 derCel, pasang loyang oven dan tuang air 1/4 tinggi. Saya pakai metode #waterbath, kalo nggak skip aja airnya. Lapisi bagian luar loyang dengan aluminium foil agar air tidak masuk ke loyang.

(3) Alasi dasar dan samping loyang dengan kertas kue

(4) Susun campuran CRUST di dasar loyang. Tekan-tekan hingga tingginya merata. Panggang di oven sampai kering, sekitar 10 menit.

(5) Cream cheese dan gula dikocok rata, masukkan yogurt, telur, vanila, dan cocoa powder. Kocok semua bahan hingga tercampur sempurna. Step ini bisa dilakukan manual dengan whisk atau mixer.

(6) Tuangkan campuran isi cheesecake ke dalam loyang. Panggang 1 jam.

(7) Dinginkan minimal 3 jam dalam kulkas sebelum dihidangkan