Our First “Mudik” (Part 2)


.:creativega:.

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari bagian pertama. Ya, ya, ya.. emang kelamaan sih rilisnya, jadi maaf ya kalo agak basi >.<

Day #2 (2012/08/13): Bandung (BDG) and see the twins

Mumpung dekat dari Jakarta, hari kedua kami menyempatkan diri main ke Bandung. Bandung adalah kota kenangan bagi kami karena di sinilah kami dipertemukan dan melewati banyak kegiatan bersama (ehem..). Namun, motivasi utama bukan untuk napak tilas masa-masa itu.. maybe someday :grin:. Ada keluarga paman (kakak ibu) yang tinggal di sana dan dulu saya pernah tinggal di rumah mereka setelah lulus kuliah. Mereka baru saja pindah rumah dan cucu barunya yang kembar dari Depok sedang ada di sana. Jadi, saya pengen lihat dua-duanya, rumah dan keponakan kembar. Kalo kemarin di JKT perjalanan lancar, di BDG justru kami langsung stres.. MAACEET! Sebal juga karena kami dapat taksi yang sopirnya berlagak bego nggak tahu sikon lalu lintas dan malah nanya mau lewat…

View original post 2,800 more words

Advertisements

Our First “Mudik” (Part 1)


.:creativega:.

Seperti biasa, akhir bulan berasa dikejar setoran buat nge-blog.. haha :razz:. ‘Sesuatu’ terbaru yang belum sempat ditulis ulasannya adalah mudik, so.. here we go!

Tanggal 11-21 Agustus lalu saya dan suami alhamdulillah masih berkesempatan pulang ke Indonesia untuk mudik. Meskipun hanya sebentar, mudik kali ini bersejarah sekali bagi saya karena untuk pertama kalinya saya tidak berlebaran dengan keluarga saya, tapi dengan keluarga suami yang kebanyakan baru saya kenal saat itu juga. Selain itu, saya juga benar-benar merasakan suka-duka orang mudik yang menempuh perjalanan jauh demi berkumpul dengan keluarga. Maklum, selama ini rumah saya malah yang selalu didatangi saudara karena ada kakek-nenek di rumah. Kalo pun pergi, biasanya hanya mengunjungi saudara-saudara di Jawa Timur yang cuma 2-3 jam perjalanan.

Sedikit kilas balik, sebenarnya saya sudah berencana tidak mudik tahun ini karena (1) Jauh, butuh dana dan tenaga ekstra (2) Tahun lalu sudah pulang lebaran (3) Belum lama ini baru saja pulang…

View original post 717 more words

New Jobs After Married (Wife Side)


.:creativega:.

Mumpung puasanya “diundur” sehari, nyempetin nulis blog dulu ah :mrgreen:
Khawatirnya sih kalo udah puasa kan bakal sibuk ibadah (alaaah, sok rajin) apalagi kalo ada bayi raksasa saya di rumah (baca: suami atau bojo dalam Javanese), wuih nggak habis-habis kerjaan di rumah. Mana sempat online.. haha. Nah, nah, yang terakhir ini nih yang bikin saya ingat buat melanjutkan draft tulisan ini. Draft di otak maksudnya, bukan di blog :razz:. Berhubung barusan saya merenung betapa sepinya rumah dan ndilalahkok ya datanglah SMS teman yang nanyain hal terkait v_v

View original post 773 more words

Road to “Keluarga 5AH”


.:creativega:.

Tulisan ini masih bertema cinta, saudara-saudara.. meskipun tidak sepenuhnya berisi lanjutan seri postwedding sharing seperti tulisan pertama, mudah-mudahan ada yang bisa dipetik dari celotehan ini :smile:.

Adalah biasa kalau kita mengucapkan “semoga sakinah, mawaddah, warahmah” kepada pasangan yang baru menikah. Doa yang diambil dari kandungan Al-Qur’an surat Ar Rum ayat 21 ini sekarang sudah bukan ucapan milik aktivis dakwah aja *jiah*, tapi juga seluruh kalangan, bahkan kadang nonmuslim pun ikut mengucapkannya. Bisa jadi ucapan “selamat menempuh hidup baru” justru sudah kalah populer dari doa yang sering disingkat jadi “SAMAWA” atau “SAMARA” ini.

View original post 741 more words