Our Family Time


Family time is a fun topic to talk, but it didn’t cross to my mind for revealing it until the #writingchallenge I’m joining called #tantanganmagata set this topic in May, which is also our special month of the year.

Untuk mengidentifikasi family time kami, yang dalam hal ini spesifik ke arah “hiburan” keluarga, mari kita eliminasi dulu pilihan-pilihan lazim keluarga dengan profil mirip seperti kami: tinggal jauh dari keluarga besar di negeri orang dan punya dua anak kecil. Definisi “anak kecil” di Jepang itu direpresentasikan dengan kanji 児 (ji) yang makna leksikalnya adalah osanai kodomo (幼い osanai = muda, 子供 kodomo = anak). Dimulai dari lahir hingga bisa berjalan, anak disebut 乳児 (nyuuji) karena masih identik dengan minum 乳 (nyuu = susu), kemudian jadi 幼児 (youji) yang kasarnya sama dengan batita, tapi arti lebih dalamnya berasal dari kanji pertama, 幼 (you), yaitu “tidak bisa pergi sendiri”. Nah, terakhir, kalau sudah masuk sekolah, akan disebut 園児 (enji) yang mana 園 (en) melambangkan “taman”, salah satunya mengacu pada taman kanak-kanak (TK) tentunya. Setelah lulus TK, baru deh anak berhak menyandang gelar 子供 (kodomo = istilah untuk “anak” secara umum) yang sesungguhnya.

Kenapa bahas tentang “anak kecil”? Karena mau tak mau family time kami sangat dipengaruhi keberadaan mereka. Mengasuh anak kecil tentunya perlu lingkungan khusus yang membuat mereka dan orang tuanya nyaman. Family time can turn into ‘disaster’ without proper facilities for them 😀

Continue reading

Eid at Home and Homemade Cake Hampers


Eid Mubarak to all of our Muslim brothers and sisters around the world!

How many of you still celebrate it by making Eid prayers in the mosque or visiting friends and families? We assumed most of you also spent this special day by staying at home, either alone or with little family, either eating regular foods just like any other day or having feast. Since Eid this year fell on in Saturday, Aisar didn’t need to take one day off from his office. In my parents home, my little sister finally made to go home and joined my little brother and his wife to accompany my mom after Indonesian government loosened the travelling ban, but in Aisar’s parents home, they celebrated Eid without any of their children T_T. Continue reading

Hubby Comes Back from Biztrip, Yay or Nay?


Posted from egadioniputri‘s Instagram

A reflection while waiting for hubby’s return from a series of business trips within and outside Japan… almost four years being parents and now with two kids, we still have different styles in parenting, so sometimes I face a dilemma:

❤️ when hubby is home, I have helper, but have to deal with things I’m disagree with.. (ex: let the toddler sip coffee) 😅

❤️ when hubby is away, I have to struggle alone, but things get easier bcs I’m the only ruler.. 😁

Adakah yang ngerasain hal sama? 😆

Bentar lagi kangmas pulang dari biztrip-nya dan ini bikin saya mikir, wah.. bakal rame lagi nih rumah dengan rengekan manja Musa minta ini itu (baca: yang Mama biasanya nggak bolehin, tapi masih dibolehin sama papanya, seperti nyeruput kopi atau nonton yutub pake hape 🙄). Si abang kan nggak berani nangis-nangis ngeyel minta sesuatu ke Mama. Kalo Mama bilang “No” yo uwis.. dia pasrah. Kalo Papanya? beuh, bikin emak geregeten krn ‘kalahan’ sama anaknye. Wkwk..

Kami memang berbeda batas soal disiplin, tapi yaaa kalo tak ada kangmas, aku pun tak kuasa bila harus mengurus dua bocah kicik ini sendiri. Buktinya, tiap kali ditinggal, pasca punya bayi ini, badan selalu tepar, kan? (penggemar IG Stories aku pasti tau..) demam yang dulu jaraaang banget terjadi, kini jadi langganan 😢

That’s why.. I told myself, sudahlah jangan mendustakan nikmat Allah. Bagaimana pun berbedanya fathering ala bojo VS mothering ala aku, asal bukan hal yang prinsipil—yang memang harus satu visi—biarlah nggak perlu dipikirin. Lebih baik fokus ke bersyukur karena punya suami yang masih ringan tangan bantu ngurus anak, ngasih kita me-time sesekali dengan jagain anak-anak, bawain segala macam saat main keluar, dsb.

Kehadiran sosok dua ortu yang benar-benar memberi waktunya untuk anak tetap lebih baik ketimbang single parent, mau sehebat apa pun ibunya. Lower your ego.. and enjoy ups downs parenting together with the DH while you can 😉

Terkait renungan ini jadi teringat satu teori parenting (halah):

Kita bisa aja beda gaya, persepsi, atau standar dalam parenting, tapi jangan pernah jelekin pasangan di depan anak/bikin anak benci sama salah satu ortunya.

Nahhh.. 🙈

#parentslife #marriagegoals