Prewedding; 7 Days To Go


.:creativega:.

Seven days to go until the wedding.
Kemarin, sebuah pertolongan datang. Saat udah pasrah kalo the groom baru bisa pulang H-2 karena ada tugas kantor ke CN, tiba-tiba saja agenda itu batal. Tugasnya ditunda karena masalah bea cukai, jadi dia bisa pulang lebih cepat. Itu pun awalnya masih galau karena belum dapat tiket pulang, sementara tiket CN-ID yang sudah dibeli jauh-jauh hari harus direlakan. Tiba-tiba kemarin dikabari dapat tiket buat keberangkatan HARI INI. Ureshii ^^

Saya jadi teringat komentar Bhella di tulisan saya sebelumnya yang isinya begini:

Waktu itu ada bbm temen yg isinya: “Allah, has the perfect timing: never early, never late. It takes a little patience & it takes a lot of faith. But it’s worth the wait.”

View original post 1,029 more words

Advertisements

Prewedding: Dilemma in Invitation Making


.:creativega:.

Di Indonesia ini memang sering terjadi kebiasaan yang sebenarnya salah, tapi sudah jadi hal lazim. Kadang saking sudah mendarah dagingnya, kita jadi sungkan untuk mengikuti yang benar karena ah, ntar malah dianggap salah sama orang-orang. Salah satu contoh fenomena ini adalah tentang penulisan gelar. Heu.. saya baru merasakan bingungnya selama masa persiapan nikah, mulai dari membuat suvenir, mendesain undangan, mendaftar administrasi, sampai menulis identitas penerima undangan. Alhasil, telah terjadi inconsitency dalam keempat hal tersebut karena selalu saja kegalauan melanda saat menuliskannya >.<

Pas bikin desain suvenir sekitar dua bulan lalu, saya masih menulis gelar “Ir.” dan “dr.” di depan nama orang tua. Sebenarnya saya tahu sih kalau “Ir.” itu gelar ‘kuno’-nya S. + akronim bidang keahlian, jadi seharusnya ditulis di belakang. Namun, berhubung tidak siap dianggap tidak lazim, saya tetap tulis di depan seperti kebiasaan umum :roll:. Begitu pun dengan gelar dokter. Ohya, untuk gelar kedua calon mempelai sendiri…

View original post 1,037 more words

Prewedding: 30 Days To Go


.:creativega:.

Halo! Sekarang sudah tanggal 5 April. Status saya masih single meskipun sudah bisa dibilang engaged, tapi ya.. selama janur kuning belum melengkung, we’ll never know how tomorrow will be kan ya. Halah. Bagi yang sudah baca tulisan saya, 24 Maret, mungkin bisa menebak ‘sesuatu’-nya. Ya, sesuatu yang teman satu lab saya menyebutnya sebagai the private life, there is nothing more important than it.

Kehidupan pribadi. Saya merenung.. ternyata saya baru menyadari kehidupan pribadi hanya berputar-putar di wilayah diri kita dan keluarga. Begitu pribadinya sampai saya baru ngeh kalau jarang menulis tentang itu (atau bahkan belum pernah) di sini sebelum tulisan 24 Maret itu. Begitu pribadinya sampai saya baru terasa ‘terusik’ ketika hari-hari ini banyak orang yang menaruh perhatiaannya pada kehidupan pribadi saya, termasuk orang-orang yang sudah lamaaa sekali putus kontak, yang saya tidak tahu ke mana rimbanya. Saya memang tidak menampilkan tanggal ulang tahun di FB…

View original post 1,389 more words