When Romas Brothers Made Prayer Together


View this post on Instagram

Day-28 #Ramadhan2020 : Video of this day which drawed crowd’ attentions —> Romasu Brothers were making salat together ♥️. Ramadan this year #musaromas had a full-month holiday, managed to practice fasting everyday, and got MUCH motivated to either pray or recite Qur’an. The school has been off for almost two months, no bento, no trip, no athletic.. as he used to do in the kinder. What a blessing in disguise of #covıd19pandemic! … Pasti bakal kangen banget nih Ramadhan model begini. Nggak bisa ke mana-mana tapi juga semua anggota keluarga di rumah 24 jam, bisa shalat bareng 5 waktu plus tarawih, ngaji sahut-sahutan, dan sahur yang nggak terlewat meskipun tidur larut banget karena mikir paginya toh masih bisa bayar hutang tidur, nggak harus nyiapin anak / suami sekolah / kerja 😆. . . . . #romasubrothers #ramadandontleaveus #30hariberceritaselamaramadhan #hikmahramadhan #rinduramadhan

A post shared by Ega Dioni Putri (@egadioniputri) on

Musa Graduated from Iqra’


View this post on Instagram

Day-20 #Ramadhan2020 (yesterday) : Tilawah online di sebuah grup hari ini adalah pertemuan terakhir. Kami belajar banyak hal dr bacaan diri sendiri dan orang lain, menerapkan materi-materi tajwid yg sudah didapatkan selama 20 hari. Belajar tajwid saat kecil dan beberapa kali ikut sesi tahsin ketika dewasa pun, meski emang belum pernah ikut satu program serius berkelanjutan, diriku masih banyak kekurangan di sana-sini saat baca Qur’an. ー Ya makhraj huruf yg belum pada tempatnya, ya mad yg kadang nggak konsisten, ya khilaf pada hukum-hukum tertentu seperti tidak mencapai ghunnah saat ikhfa dan idgham, dsb. Betul kata Sylvi sensei (reviewer kami di dua hari terakhir ini), bahwa betapa Allah Maha Baik krn menghitung pahala tilawah itu per huruf di mana emg setiap huruf hijaiyyah yg kita lafalkan itu ada perjuangannya. ー Sudah tepat mengucapkan sebuah huruf bukan jaminan saat huruf itu diberi harakat dan bergabung dgn huruf lain akan tepat jg. Alif lam mim, beserta panjang pendeknya, adalah tiga pahala, yg entah setiap pahalanya itu kita dapat berapa poin. Yg jelas di bulan ini kita dikasih SEPULUH KALI lipatnya. ー Membaca Qur’an menjadi sebab turunnya berkah, mendekatkan hati kita kepada Sang Pencipta, memberi ketenangan batin, membentuk chemistry dgn para org shalih yg terdokumentasikan di Qur’an, dan membentuk habit agar lisan lebih terjaga. So, struggling to recite it well is a big deal. ー Satu lagi catatan dari sensei yg mengena di hatiku, bahwa yg diperintahkan adalah membaca Qur’an dgn tartil, bukan keindahan irama lantunannya. Benar sih.. bagus bacanya itu bonus aja, tapi sebelum ke sana harus kuasai dulu ilmu tajwid, teknik nafasnya biar sampai ke tanda waqaf atau akhir ayat (pake nafas perut, ceunah!), serta adab tentunya. ー🚩 Semoga di 10 hari terakhir ini kita punya lebih banyak kesempatan dan kemauan untuk membaca firman-Nya. がんばれ! . . 📼: #musaromas was on debut reciting #holyquran — Video hanya ilustrasi, diambil tgl 15 Ramadhan . . #momwifereflection #renunganramadhan #tilawahbareng #belajartahsin #30hariberceritaselamaramadhan #10harikedua #bacaquran #emakblogger

A post shared by Ega Dioni Putri (@egadioniputri) on

Eighth Anniversary! Sewindu #EA5512 Merajut Cinta


Alhamdulillah ‘alaa kulli hal. Thanks to God for all the condition. In the middle of pandemic, after almost two months we did self-quarantine at home, we still managed to celebrate our 8th anniversary with duo Romasu Brothers, Musa and Noah, healthily and happily. Surviving together physically and mentally in this difficult time probably is the most precious thing we have today. Seems like both tenses and downs in the past were small, compared to how thankful we are now as family, able to keep taking care and seeing each other every day 🙂

Kalo ada waktu, insyaaAllah nanti saya cerita-cerita lagi di bawah yak tentang suka-duka berumah tangga selama sewindu. Yang jelas, setahun terakhir ini jarang banget berantem (yeyyy!) dan karena Aisar sudah bekerja dari rumah per November 2018 lalu, makin banyak juga waktu untuk bersama, ditambah kehadiran bayi baru, jadi kerasa banget tuh kerjasamanya.

View this post on Instagram

Day-12 #Ramadhan2020 : #ea5512’s EIGHTH ANNIVERSARY 💖 It’s not a short time to deal with many disagreements along the way, but also not long enough to travel around the globe together.. hahaha. Kore kara mo yoroshiku ne @aisar_lr. Sabar-sabarin dan syukur-syukurin yang ada 😛. … Alhamdulillah in this pandemic time, we still managed to have a little celebration at home, with our two munchkins, ate our favorite foods, and shared the memories to other family members and friends online. Thank you for all of your prayers sent to us! We wish much blessings to yours as well 🙏🏻 … This was our second event of this month, and we’re going to throw another one within 3 days for taking off Musa’s toddler period 😢. … Kalo kemarin ultah suami nggak bikin cake karena request doi emang jajanan Indonesia sebangsa kue sus, dadar gulung, dan martabak manis, untuk hari ini tentu saja mama pengen ada cake. Nggak susah pilihannya. Kami penggemar shortcake (kue tar basic yg juga bisa disebut ‘sponge cake’ terus dikasih cream) all the time. Tadinya mau cobain bikin tiramisu, tapi dipikir2 kalo cheesecake atau mousse cake gitu malah pada nggak terlalu doyan. Sekedar eksperimen aja kalo lagi bikin itu. … #Matchacake (#抹茶ケーキ) dibuat dengan bubuk #matcha asli dari Uji, Kyoto (#宇治抹茶) dan tsubuan yang dibulatkan. Dekorasinya dibuat dengan coklat putih, whipped cream + food coloring, dibentuk seperti logo asli EA yg dipake sejak pernikahan sampai detik ini (makasih @vriskerusniko motion clip-nya😍). … Kue kali ini #recipega bakal share resep dan cara bikinnya di Youtube aja ya biar leluasa jelasinnya. Mudah-mudahan bisa segera tayang. Jangan lupa subscribe biar dapat notifikasi #teuteupusaha 🙂 … NB: Balon hati beli di Dollar Tree pas bojo dinas ke US 🌲 ya Gaess, sebelum pada nanya 😀 . . . . #momwifereflection #mamablogger #foodblogger #8thanniversary #8周年 #ea5512 #ultahpernikahan #kuematcha #ramadanvibes #ramadanfood #手作り抹茶ケーキ #抹茶スイーツ #recipega_cake

A post shared by Ega Dioni Putri (@egadioniputri) on

Undokai 2019


Untuk kedua kalinya Musa ikut undokai (運動会:program semacam pertunjukan olah tubuh di sekolah) dan kali ini alhamdulillah anaknya super genki (元気:sehat, bersemangat, berenergi). Pengalaman tahun lalu bisa dibaca di sini. Seru mana? Seruan tahun lalu! Hehe. Tahun ini tidak banyak games ditampilkan karena acara ingin diselesaikan cepat sebelum jam makan siang. Positifnya, Mama tidak perlu bikin bento!

PART 1

PART 2

PART 3 – end

View this post on Instagram

[Part 3 of 3] The last piece of this year’s #undokai. After opening song and dancing, junior class (nenshou #年少さん) did the 🏃‍♀️ run race 🏃 (kakekko #かけっこ —> it’s kind of sprint) and game with the parents 👨‍👧👩‍👦(oyako kyogi #親子競技). Proud of #musaromas who managed to attend all programs under the heat (super hot at that day). Otsukaresama 🥰 … Tahun ini anak nol kecil nggak ada masukin bola ke dalam keranjang, padahal tahun lalu, program itulah justru yg seru banget dan Musa masih bisa berpartisipasi kendati nafasnya terganggu krn asma (baca cerita lengkapnya di blog mama, ya!). Di video lanjutan ini, terlihat anak-anak balap larinya ada tiga grup setiap kloter biar cepet beres 🤣. Tiap kelas dibagi jadi grup-grup lari, jadi grup 1 kelas Momo balap lari bareng grup 1 kelas Sakura dan Ume. Sebelum-sebelumnya, hanya diadu antar anak aja larinya. Tiap prittt, larilah 4 atau 5 anak. Luaaaamaa kelarnya. … Acara joget sama orang tua selalu ada setiap tahun, cuma lagunya aja yg ganti. Yg tahun ini nggak jelas banget dah si papa gerakan #mannequinchallenge-nya kaku kagak angkat kaki buat balance-nya.. wkwk 😆. … Undokai di negara ini 🇯🇵 tujuannya lebih ke memberi ruang pada siswa untuk mencintai olahraga, olah tubuh, dan care sama kesehatan. Bukan kompetisi yg ditekankan sekalipun ada balap lari atau banyak-banyakan masukin bola. Hadiah diberikan sebagai apresiasi untuk semua siswa di akhir acara. Paling kalo pun ada “persaingan” itu adalah adu gengsi dalam membuat bento 🍱 😁 yg kalo dicari pake #運動会弁当 masyaAllah.. keren-kerennya karya buibu Jepang nggak nyantuy!! Alhamdulillah tahun ini mama dibebaskan dari tugas mulia itu karena sekolah tidak ingin merepotkan. Mereka janji selesai tengah hari dan beneran dong jam 12 teng udah ditutup, jadi kami bisa langsung cusss meluncur ke restoran buat pesta-pesta (halah). Gurunya juga jadi lebih simpel kerja bikin propertinya krn anak-anak kali ini lebih pamer kekuatan tubuhnya melalui atraksi macem sirkus dibandingkan ketangkasannya dalam berlari dan menyelesaikan tantangan ala arena “benteng takeshi” seperti tahun lalu. Mama sampai mbrebes mili terharu nonton nol besar adu kekuatan. 💚 #弁当なし運動会 #mamayouchien

A post shared by Ega Dioni Putri (@egadioniputri) on

Hospitalized Due To Asthma


View this post on Instagram

Sakit apa Musa? Pertanyaan terbanyak buat mama dua hari ini. Cerita dulu ya.. • Hari ini ultah sekolahnya, tapi #musaromas nggak bisa ikut memperingati karena masih di RS. Ini fotonya waktu diulangtahunin ke-4 oleh warga sekolah Mei lalu. Bulan itu cuma masuk sehari itu aja pas kebetulan ada tanjoubikai (#誕生日会 – di mana warga sekolah berkumpul di hall tiap bulannya dan siswa yg ultah bulan itu naik ke panggung diselamati, dikasih hadiah berupa prakarya guru-gurunya, dinyanyiin, dll. ), terus sisanya tiga minggu doi bolos krn sakit macem-macem, tapi pada akhirnya malah penyakit yg tak disangka-sangka membuatnya opname. • Setelah pencarian yg cukup panjang hingga seluruh prosedur diagnosis dijalankan, saat itu dokter menyimpulkan ada Meckel’s diverticulum (メッケール憩室) di ususnya yg bikin doi waktu itu sakit perut bukan kepalang sampai dilarikan ke RS besar (#成育病院 aka @ncchd.go.jp). Kondisi tsb bawaan lahir dan kok ya kebetulan meletusnya kejadian itu di saat doi udah sakit bertubi-tubi sebelumnya. Disarankan operasi untuk mengangkat jaringan yg tersisa, tapi belum diputuskan waktunya hingga kini. Perlu komitmen waktu nunggu bocah 10 hari selama masa operasi dan recovery-nya yg mana papa harus cuti dan mama harus cari bantuan utk jaga adik. • Selang 4 bulan setelah opname pertama itu, Selasa pagi lalu Musa kami bawa ke ER lagi krn semalaman nafasnya berisik dan setelah 4x nebulizing di rumah tak kunjung membaik. Diobservasi sampai siang, keputusan dokter harus dirawat minimal 3 hari biar dapat masukan obat yg cukup utk membuka jalan napasnya. Kali ini, kami lebih bisa nerima krn emang asma adalah kondisi yg selama ini doi punya sejak sekitar usia 2 tahun. Setiap ganti musim, kelar taifu, perubahan cuaca yg ekstrim, lalu muncul batuk atau pilek, pasti langsung inhalation (吸入: kyuunyuu). • Dulu belum punya alatnya repot bgt, harus bolak-balik dokter cuma buat sedot ingus sama diuapin. Adiknya pun diduga punya penyakit yg sama. Kata dokter, “namanya jg saudara sekandung, gimana lagi”. Jadi kami harus tegar.. se-Tegar Rosa 🌹😄 Next step, mungkin akan cari dokter alergi biar mereka terpantau terus nafasnya dan bisa meminimalisir pemicunya. Yosh, ganbarimashou! 👦🏻 👶🏻

A post shared by Ega Dioni Putri (@egadioniputri) on