Undokai 2019


Untuk kedua kalinya Musa ikut undokai (運動会:program semacam pertunjukan olah tubuh di sekolah) dan kali ini alhamdulillah anaknya super genki (元気:sehat, bersemangat, berenergi). Pengalaman tahun lalu bisa dibaca di sini. Seru mana? Seruan tahun lalu! Hehe. Tahun ini tidak banyak games ditampilkan karena acara ingin diselesaikan cepat sebelum jam makan siang. Positifnya, Mama tidak perlu bikin bento!

PART 1

PART 2

PART 3 – end

View this post on Instagram

[Part 3 of 3] The last piece of this year’s #undokai. After opening song and dancing, junior class (nenshou #年少さん) did the 🏃‍♀️ run race 🏃 (kakekko #かけっこ —> it’s kind of sprint) and game with the parents 👨‍👧👩‍👦(oyako kyogi #親子競技). Proud of #musaromas who managed to attend all programs under the heat (super hot at that day). Otsukaresama 🥰 … Tahun ini anak nol kecil nggak ada masukin bola ke dalam keranjang, padahal tahun lalu, program itulah justru yg seru banget dan Musa masih bisa berpartisipasi kendati nafasnya terganggu krn asma (baca cerita lengkapnya di blog mama, ya!). Di video lanjutan ini, terlihat anak-anak balap larinya ada tiga grup setiap kloter biar cepet beres 🤣. Tiap kelas dibagi jadi grup-grup lari, jadi grup 1 kelas Momo balap lari bareng grup 1 kelas Sakura dan Ume. Sebelum-sebelumnya, hanya diadu antar anak aja larinya. Tiap prittt, larilah 4 atau 5 anak. Luaaaamaa kelarnya. … Acara joget sama orang tua selalu ada setiap tahun, cuma lagunya aja yg ganti. Yg tahun ini nggak jelas banget dah si papa gerakan #mannequinchallenge-nya kaku kagak angkat kaki buat balance-nya.. wkwk 😆. … Undokai di negara ini 🇯🇵 tujuannya lebih ke memberi ruang pada siswa untuk mencintai olahraga, olah tubuh, dan care sama kesehatan. Bukan kompetisi yg ditekankan sekalipun ada balap lari atau banyak-banyakan masukin bola. Hadiah diberikan sebagai apresiasi untuk semua siswa di akhir acara. Paling kalo pun ada “persaingan” itu adalah adu gengsi dalam membuat bento 🍱 😁 yg kalo dicari pake #運動会弁当 masyaAllah.. keren-kerennya karya buibu Jepang nggak nyantuy!! Alhamdulillah tahun ini mama dibebaskan dari tugas mulia itu karena sekolah tidak ingin merepotkan. Mereka janji selesai tengah hari dan beneran dong jam 12 teng udah ditutup, jadi kami bisa langsung cusss meluncur ke restoran buat pesta-pesta (halah). Gurunya juga jadi lebih simpel kerja bikin propertinya krn anak-anak kali ini lebih pamer kekuatan tubuhnya melalui atraksi macem sirkus dibandingkan ketangkasannya dalam berlari dan menyelesaikan tantangan ala arena “benteng takeshi” seperti tahun lalu. Mama sampai mbrebes mili terharu nonton nol besar adu kekuatan. 💚 #弁当なし運動会

A post shared by Ega Dioni Putri (@egadioniputri) on

Hospitalized Due To Asthma


View this post on Instagram

Sakit apa Musa? Pertanyaan terbanyak buat mama dua hari ini. Cerita dulu ya.. • Hari ini ultah sekolahnya, tapi #musaromas nggak bisa ikut memperingati karena masih di RS. Ini fotonya waktu diulangtahunin ke-4 oleh warga sekolah Mei lalu. Bulan itu cuma masuk sehari itu aja pas kebetulan ada tanjoubikai (#誕生日会 – di mana warga sekolah berkumpul di hall tiap bulannya dan siswa yg ultah bulan itu naik ke panggung diselamati, dikasih hadiah berupa prakarya guru-gurunya, dinyanyiin, dll. ), terus sisanya tiga minggu doi bolos krn sakit macem-macem, tapi pada akhirnya malah penyakit yg tak disangka-sangka membuatnya opname. • Setelah pencarian yg cukup panjang hingga seluruh prosedur diagnosis dijalankan, saat itu dokter menyimpulkan ada Meckel’s diverticulum (メッケール憩室) di ususnya yg bikin doi waktu itu sakit perut bukan kepalang sampai dilarikan ke RS besar (#成育病院 aka @ncchd.go.jp). Kondisi tsb bawaan lahir dan kok ya kebetulan meletusnya kejadian itu di saat doi udah sakit bertubi-tubi sebelumnya. Disarankan operasi untuk mengangkat jaringan yg tersisa, tapi belum diputuskan waktunya hingga kini. Perlu komitmen waktu nunggu bocah 10 hari selama masa operasi dan recovery-nya yg mana papa harus cuti dan mama harus cari bantuan utk jaga adik. • Selang 4 bulan setelah opname pertama itu, Selasa pagi lalu Musa kami bawa ke ER lagi krn semalaman nafasnya berisik dan setelah 4x nebulizing di rumah tak kunjung membaik. Diobservasi sampai siang, keputusan dokter harus dirawat minimal 3 hari biar dapat masukan obat yg cukup utk membuka jalan napasnya. Kali ini, kami lebih bisa nerima krn emang asma adalah kondisi yg selama ini doi punya sejak sekitar usia 2 tahun. Setiap ganti musim, kelar taifu, perubahan cuaca yg ekstrim, lalu muncul batuk atau pilek, pasti langsung inhalation (吸入: kyuunyuu). • Dulu belum punya alatnya repot bgt, harus bolak-balik dokter cuma buat sedot ingus sama diuapin. Adiknya pun diduga punya penyakit yg sama. Kata dokter, “namanya jg saudara sekandung, gimana lagi”. Jadi kami harus tegar.. se-Tegar Rosa 🌹😄 Next step, mungkin akan cari dokter alergi biar mereka terpantau terus nafasnya dan bisa meminimalisir pemicunya. Yosh, ganbarimashou! 👦🏻 👶🏻

A post shared by Ega Dioni Putri (@egadioniputri) on

No Dopping No Secret


The boys were enjoying sea breeze in the hotel’s veranda at Derawan Island

Taken from Ega’s  Instagram

Brotherhood between toddler and baby is the cutest 💕👦🏻👶🏻 #musaromas #noahromas. These are some of their memories in Indonesia last month. Many people asked me how to keep them at a good condition while travelling almost every day during 25 days trip. I said: we’re just lucky! If they’re sick they’re just sick too. No dopping no secret, seriously 🤪. Continue reading

Eid 2019


View this post on Instagram

#ea5512 mengucapkan TAQABBAL ALLAHU MINNA WA MINKUM . 🎉 Met Lebaran 1440 H / 2019 . 🤝 Mohon maaf lahir dan batin atas segala kekhilafan dan kesalahan kami 🙏🏻 semoga puasa kita, zakat kita, amalan-amalan kita diterima Allah Azza wa Jalla dan kita masih diberi umur panjang sehingga bisa bertemu bulan Ramadhan yang akan datang.. aamiin ya Rabb 🙂 … Ucapan dimodifikasi dari karangan mom @hermeywahyuni yg dikirim atas nama keluarga besar saya.. masyaAllah simpel tapi komplit, karena “kekhilafan” dan “kesalahan” memiliki arti yg berbeda. Khilaf adalah kekeliuran yg normal terjadi pada semua manusia dan cenderung tidak disengaja seperti lupa, tapi ‘salah’ mengacu pada ketidakbenaran yg mungkin disebabkan oleh watak buruk seorang manusia, misalnya kalo saya emang temperamennya tinggi sehingga kadang bikin benturan sama orang lain. 😢 Maka, untuk keduanya, saya minta dibukakan pintu maaf yaa.. 🙃 … Lebaran kali ini adalah #lebarandirantau yg paling sibuk! Dari pagi sampe malem ada acara. Kerasa banget kekeluargaannya meskipun tak ada hubungan darah dgn mereka semua 🙂 Swipe to see: (1) Perjalanan ke tempat shalat (2) Shalat di #srittokyo (3) #EidCeria : pesta lebaran untuk anak-anak setelah shalat (4) Makan-makan di @halalpanga (5) Makan2 lagi di rumah @pulungwaskito … Alhamdulillah, meskipun tepar banget, tapi bersyukur banget bisa sampai hari kemarin, setelah 30 hari full berpuasa sambil menyusui dan 5 hari berjibaku dengan abang yang masuk RS. Rencana open house di malam takbiran pun gagal kami eksekusi, padahal tamu-tamu sudah konfirm bisa datang, eh jadinya malah masak lebaran buat sendiri pun nggak sempat. … Di rumah orang tua walaupun personil tak lengkap, syukur alhamdulillah senang melihat senyum lebar papa @yayackcahyo yang sedang sakit tampak segar ditemani adik-adik dan mom. Maka nikmat Tuhan manakah yang ‘kan kau dustakan? See you next #Eid!

A post shared by Ega Dioni Putri (@egadioniputri) on

First Ramadan with Two Kids


This year we had baby Noah in our Ramadan. And alhamdulillah, although I fully breastfed him, I could make to do fasting all through the month!

View this post on Instagram

Twentieth day of #Ramadan! MashaAllah.. thank you for bearing with me to pass these fasting days even though your milk may not too much flowing and delicious as usual, #noahromas! 😂 Pernah merasakan ① dapat puasa hanya 5 hari saat bayi berusia 1,5-2 bulan ② nggak puasa kecuali sehari saat hamil muda ③ puasa sambil menyusui bayi 3-4 bulan, alhamdulillah justru yang ketiga ini yang paling mudah.. karena sesungguhnya lebih berat bayar hutang puasa di hari lain sendirian dibandingkan saat puasa rame-rame. Tahun lalu aja belum kebayar karena fase hamil-menyusui ini. Hehe. 🤪 Banyak pandangan terkait keringanan bumil dan busui dalam shaum Ramadhan, tapi saya selama ini memilih bayar fidyah dan puasa sekaligus seperti kebanyakan teman diaspora. . . . #ramadhanbusui #nursingwhilefasting #fastingwhilenursing #ramadanvibes

A post shared by Ega Dioni Putri (@egadioniputri) on

In my experience, holding the meals while nursing is easier than letting my tummy empty while suffering the nausea in the early pregnancy (even though when I finally ate the foods tasted not good). It was like a fighting between my desire and my need. 🙂

MASJID TOUR

This is my story I posted in the socmed about our hobby to do “masjid (mosque) tour” for iftar / taraweeh while Ramadan is coming and how it changes nothing even now with two kids. Written for FAHIMA’s contest. Continue reading