Boy or Girl?


I posted this reflection while announcing “our heartbeat” gender on Instagram in two parts. Read till the end to know the answer 😉

boy-or-girl-announcement(2)

In my perspective, images of raising a son is like preparing a responsible leader, while taking care a daughter is more focusing on how to nurture an educator for the next generation after her. Even though I often hear that girl is easier to manage rather than a boy, IMHO… NEITHER OF BOTH is better. Double standard or virtue in having boy VS girl are no longer existing nowadays. I personally will let my son to cry if he needs and please my daughter to go out at night with clear boundaries. The most important thing, in which I still keep learning too, is parenting them with unlimited love no matter what. Because Allah always does the same to us 😭 Continue reading

Advertisements

Pee Accidents Post Potty Training


View this post on Instagram

Twice pee accidents during Ramadan after two months potty trained! 😫 The culprit is SWEET DRINKS every iftar time which make him has urge more frequently. 🥤🍧🍸🍹 . Duh duh duh.. pusing pala mama semalam #musaromas ngompol di kasur dan sebelumnya di masjid. Dua kali selama bulan #Ramadan2018 ini! padahal selama masa toilet training aja dia terhitung cuma pernah sekali ngompol di kasur saat tidur siang, lalu sekali saat di pagi hari dan itu pun dia baru bangun tapi telat ke toilet. Ini udah dua bulan bebas popok tiba-tiba ngompol-ngompol lagi 😥. . Kejadian semalam benar-benar tidak terprediksi karena nggak seperti di masjid Indonesia yang minuman bukanya enak-enak macem es teler, es campur, dkk., di masjid Kamata (mayoritas orang Bangladesh) dia cuma minum es sirup segelas ditambah separo pak jus apel dr aunty @sstefchan. . Sementara itu, kejadian di masjid Indonesia (20/6) emang karena dia khilaf minum es teler dua gelas besar.. enak, sih, yes 😂 Tahunya dia jadi sering minta pipis, tapi sampe akhirnya dia ngompol itu mama syok juga. Jeda pipis terakhir sampe pipis yang dia nggak bisa tahan itu cuma dua rakaat tarawih.. dan dia udah ngempet mau bilang karena mama lagi shalat. Begitu dia bilang “pee, pee!” mama langsung batalin shalat dan angkat ke toilet tapi sampe toilet nggak keluar, lihat ke belakang.. jeng jeng! Ternyata udah berceceran ngebentuk jejak bertitik-titik di lantai masjid tak berkarpet 😖 Ngepel lah mama.. 😪 . . Setelah kejadian itu, jujur mama sebenarnya udah berhati-hati mengawasi intake dia akan minuman manis yang sudah pasti keluar di menu #bukapuasa karena kalo melarang sama sekali percuma aja, namanya juga bocah. Buibu yang pernah bawa anaknya ke pengajian atau kumpul-kumpul pasti ngerti gimana “pasrahnya” anak susah makan makanan yang bener (baca: menu utama macem nasi + lauk) saat didepannya disuguhkan berbagai makanan dan minuman manis 😁 Nom nom nom.. jadi pelajaran juga buat saya biar tetap pakein dia pad kalo lagi ke masjid, cuma belum pernah diterapin dan alhamdulillah beberapa kali tarawih aman. . Tiga minggu berlalu sejak insiden ngompol di masjid, rupanya dia memilih melanjutkan mimpinya dan pipis di kasur semalam 😅

A post shared by Ega Dioni Putri (@egadioniputri) on

Ramadan with Musa in One-Minute Video


Happy Birthday, Yangti!


View this post on Instagram

Longing for coming to this home in #Ramadan and Eid and spending sahoor or iftar with my mom, enjoying her cooking whose obligation menu of fried tempeh and sambal. The moments which I’ve missed for 5 years!!! .. Yeah, home is where my mom is 💝 .. Tahun ini masih dilema juga mau mudik atau nggak karena suami nggak libur kerja malah mau dinas ke “jeJERe kauMAN” sehingga kalo pun berangkat harus saya dan Musa sendiri. Ngebayanginnya aja udah lelah, kan, handle bocah aktif sendiri, ditambah bayangin mobilisasi dari dan ke SBY yang situasinya lagi diserang negara api 😆. Dengan pertimbangan ayah ibu mertua sudah berkunjung ke Jepang cukup lama, kami sepakat nggak pulang Agustus ini. Biasanya beberapa tahun belakangan kami memilih mudik di akhir tahun atau libur musim panas mengingat adanya libur kantor memang pas itu dan ternyata lebih asyik pulang ketika trafik lalu lintas sedang normal (baca: normalnya Indonesia zaman now tetep ada macetnya, sih.. 😅) dan harga-harga komoditi lagi waras 🤪 .. Akan tetapi, pengeeen bangetttt.. kangeeen bangettt.. bisa makan penyetan buatan Mom lagi pas sahur, minum teh anget dan sop buah lagi pas wayahnya buka.. dan tempe mendoan petis yang dahulu beli tapi dekade terakhir ini Mom selalu goreng sendiri. Juga lebaran yang selalu bikin beliau malemnya nggak bisa tidur karena harus beresin rumah dan nyiapin hidangan buat tamu yang tak henti berkunjung (termasuk tamu-tamu yang dulu ngunjungin nenek kakek dan masih rajin nyambung silaturahim sampe sekarang). Huaaa.. ya Allah, take me back to my childhood for a moment 😢 .. Baarakallah, yangti-nya #musaromas @hermeywahyuni , semoga sisa usianya semakin bermanfaat buat orang banyak dan selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Sehat selalu, ya! 🤩😇

A post shared by Ega Dioni Putri (@egadioniputri) on