Category: Posts Born Here
All articles originally written in this website
Paris at Glance
Posted from egadioniputri’s Instagram Besides #Eiffel and other incredibly marvelous old buildings, the way words pronounced in French language, perfection of taste in their “boulanger-patissier” products ARE two things we can’t forget from #Paris visit. See you maybe! #ea5512 . . Hawa Paris emang romantis-romantis gimanaa gitu walaupun pemandangan di kota normal aja, sama sekali jauh dari bayangan “tabu” yang ada di kepala saya. Atmosfer itu bikin saya kebawa juga pose rada mesra dikit cuma nggak tega lah upload foto love-love di mari 💕 Wkwk. Sebelum kami datang malah sempet suami cerita kondisi di ibukota negara tetangga Jerman lain yang tempat pelacuran udah kaya kombini (baca: minimarket) di Jepang aja, ceweknya kelihatan dari luar kaca-kaca toko. Di Paris, paling banter saya lihat beberapa pasangan gay aja lagi jalan bareng (tetep jijay.. yaiks!). Sikap masyarakatnya terhadap saya yang hijaber juga baik-baik aja, nggak jutek, diskriminasi, atau memandang dengan curiga. Alhamdulillah banyak temen jilbaban di mana-mana juga 😂 . . Buat saya pribadi, yang paling mengherankan dari kota ini, setelah menyaksikan bukti-bukti pembangunan zaman Napoleon dkk. dulu dari teratur, megah, dan awetnya bangunan-bangunan tua, tapi kok tampaknya masyarakatnya kini kurang bergairah membangun dibandingin negara-negara Eropa lain yang udah saya kunjungin. Hampir semua stasiun nggak ada akses eskalator/lift, fasilitas di tempat-tempat publik apa adanya dan bad design dari segi fungsionalitas (nambah navigasi aja males kayanya 😝), pelayanan terhadap konsumen juga payah (harus kitanya yang proaktif minta/nanya), alam pun tak ada yang dibuat menarik. Pokoknya pas beberapa jam pertama aja kesan saya langsung “kaya Jakarta”. Kalo nggak ada bangunan-bangunan kuno keren mungkin aja beneran gitu.. Wkwk. Meski begitu, saya salut tempat sampah gampang ditemukan, industri fashion dan kuliner warbyasak. Makanan nggak ada yang nggak enak, desain baju di “atelier-atelier” pinggir jalan nggak ada yang jelek 😆. . . Mengingat suami saat ini kerjanya di perusahaan Prancis, tapi nggak pernah disuruh ke sana untuk business trip, malah ke Jerman, jadi ngeh sih kenapanya. They’re not one of those leading countries in technology 🙂
Apple Cheese Bread
1000 Days Musa
Berhubung angkanya lumayan cantik bolehlah dibuat sedikit catatan (beuh, padahal sih karena 1000 harinya kelewat 🙈 eh nggak apa-apa lah justru biar nggak sama kaya timing orang tahlilan.. wkwk). Bikin catatan perkembangan anak itu paling susah adalah menggali memori saking tiap detiknya lihat dia, jadi terasa seperti berlalu begitu saja semuanya tak ada yang spesial. Ye, kan? Makanya nulis ini penting biar ntar pas ditanya umur segini bisa ngapain aja kagak lupa. Mana tahu bisa jadi panduan mahmud yang usia anak pertamanya lebih muda atau calon ibu yang rajin mempersiapkan diri. Secara yaa dulu sebelum jadi Mama itu saya ini nol puthul alias nge-blank soal tumbuh kembang anak..
★ His physics at glance ★
Tahun lalu target saya Musa mencapai 12 kg, tapi nyatanya mentok di 11.5-11.7 kg sampai sekarang. Meski tampak kurus dan memang di grafik agak dekat underweight area, doi selera makannya tinggi. Suka apa aja, hanya nggak telaten untuk duduk manis makan utama yang 3x sehari itu. Pernah konsultasi ke staf posyandu yang datang ke jidokan (tempat main anak) katanya juga nggak perlu khawatir selama anaknya aktif dan sehat.
Semodern apa pun emaknya, tetap urusan begini sedikit mengganggu yah.
Ukuran bajunya sekarang minimal 95 cm kalo nggak mau ngatung meskipun untuk lebarnya tentu masih over. Dalam setengah tahun terakhir udah ganti 3x ukuran sepatu dari 14 ke 17 😅 Rezekinya Mama selalu dapat harga sepatu nggak lebih dari ¥500. Dua bulan lalu doi pergi ke dentist pertama kali, cek gigi ternyata nggak ada yang rusak (damaged tooth / musiba). Namun, belakangan entah kenapa kadang muncul bau mulut. Bulan depan harusnya kunjungan ke dokter lagi.
★ Bilingual, how does it turn? ★
Penggunaan bahasa Inggris dan Indonesia yang dipakai komunikasi dari bayi mulai kelihatan hasilnya dan alhamdulillah sesuai yang diharapkan. Doi bisa ngerti dan makai keduanya tanpa bingung makna walaupun Indonesia-nya masih kaya Cyinta Lawura 😅. Cuma gawatnya belakangan dua bahasa tersebut mulai di-mix juga seperti “habisin milk” atau “egg jatuh” yang mana saya nggak suka model gini, tapi ya mungkin salah kitanya juga kadang nggak sengaja rujakan bahasanya 😜 . Dengan fenomena itu saya diingatkan untuk kembali ke jalan yang benar, agar selalu satu bahasa satu kalimat.
Continue reading
Strawberry Custard Bread
Refer me to the recipe now
Recipe for Strawberry Custard Bread
🥖 Bread (18 cm round pan)
100 g bread flour
50 g all-purpose flour
30 g sugar
1 large egg
40 ml warm water
1 tsp (2.8-3 g) dry yeast
30 g butter (if unsalted, add 1/4 tsp salt)
Continue reading

