Our Family Time


Family time is a fun topic to talk, but it didn’t cross to my mind for revealing it until the #writingchallenge I’m joining called #tantanganmagata set this topic in May, which is also our special month of the year.

Untuk mengidentifikasi family time kami, yang dalam hal ini spesifik ke arah “hiburan” keluarga, mari kita eliminasi dulu pilihan-pilihan lazim keluarga dengan profil mirip seperti kami: tinggal jauh dari keluarga besar di negeri orang dan punya dua anak kecil. Definisi “anak kecil” di Jepang itu direpresentasikan dengan kanji 児 (ji) yang makna leksikalnya adalah osanai kodomo (幼い osanai = muda, 子供 kodomo = anak). Dimulai dari lahir hingga bisa berjalan, anak disebut 乳児 (nyuuji) karena masih identik dengan minum 乳 (nyuu = susu), kemudian jadi 幼児 (youji) yang kasarnya sama dengan batita, tapi arti lebih dalamnya berasal dari kanji pertama, 幼 (you), yaitu “tidak bisa pergi sendiri”. Nah, terakhir, kalau sudah masuk sekolah, akan disebut 園児 (enji) yang mana 園 (en) melambangkan “taman”, salah satunya mengacu pada taman kanak-kanak (TK) tentunya. Setelah lulus TK, baru deh anak berhak menyandang gelar 子供 (kodomo = istilah untuk “anak” secara umum) yang sesungguhnya.

Kenapa bahas tentang “anak kecil”? Karena mau tak mau family time kami sangat dipengaruhi keberadaan mereka. Mengasuh anak kecil tentunya perlu lingkungan khusus yang membuat mereka dan orang tuanya nyaman. Family time can turn into ‘disaster’ without proper facilities for them 😀

Continue reading