FB Photo on October 31, 2014 at 09:48AM


彼女と大学へ行きましょう!(笑)

Studying while taking care of family can be challenging and fun at once. Oftentimes, we make a promise between Aisar’s classes schedule to meet up in his campus for going along somewhere, then he’ll be back to deal with the next classes or another agenda (meeting, seminar, etc.) shortly after finishing our errands.. just like yesterday, he left his class earlier (before end of the lecture :D) to catch our LO* check-up at hospital. I also sometimes join his campus life and spend my time right there on campus until he finished to go home together. Of course we should say: Thank you UMich Magic-Bus for sponsoring “our date” with your free service! 😀 #ea5512

*Lovely One

Posted by Ega Dioni Putri via Facebook

Hot Soba Recipe


Rewritten from http://instagram.com/p/uKASZBvtlX

Almost two years ago since my first attempt of homemade #kakesoba (#soba with hot soup) or simply known as #hotsoba like this. I wasn’t well-prepared to cook this menu so we gave up big shrimp, chikuwa, or some common vegetables (eggplant, paprika, zucchini, etc.) for #tempura. Yet, kabocha saved the authentic look of my tempura set! 😀

My kakesoba and tempura (2014)

My kakesoba and tempura (Oct 14, 2014)

I took a nap this afternoon and somehow dreamt that I was hanging out with my Indonesian friends at Japan, nursing their babies, and eating plenty of sushi together. Nooo.. it made me feel so blue when I woke up, then I asked my husband to search for Japanese restaurant around here, but as usual it ended up with reluctance to spend our monthly budget for eating out :mrgreen: #recipega #天ぷら #かけそば

I still have dry soba noddle stock and some basic Japanese food ingredients, so kitchen is the best answer to my craving.

Here’s the ingredients for soba soup I used (4 portion) –> Halal guaranteed 😛

  • 200 g (8 oz) dry soba noddle
  • 3 cup water
  • 1 cup bonito flakes (katsuobushi かつおぶし)
  • 1/2 cup seaweed (wakame わかめ) –> I see some recipes that konbu こんぶ type is more common to use
  • 1/2 cup soy bean sauce (shouyu しょうゆ) –> mine is Kikkoman non-alcohol
  • 1 tsp dashi (from fish or seaweed, it depends on your preference, but you can also skip this ingredient)
  • 1/2 – 1 tsp sugar or as desired
  • of course I skipped mirin / sake and added 1 tbsp vinegar instead.. however, it’s not mirin / sake substitute

Recipe for soup

  1. bring 3 cup of water to boil
  2. simmer it while adding katsuobushi, wakame / konbu, shouyu, dashi, and sugar
  3. use the filter to serve

While my tempura ingredients were:

  • 200 g (8 oz) all purpose flour or tempura flour –> I used all-purpose flour
  • 100 ml (4 fl oz) cold water –> chilled is better
  • 1 medium egg
  • shrimp –> should have used the big one with shell and tail, but I don’t have it so I just used the small one and it’s frozen type (mukiebi むきえび)
  • fillet fish (white flesh)
  • shitake
  • kabocha (Japanese pumpkin)
  • greenpeas –> mix with the shrimp
  • vegetable oil for frying

Recipe for tempura

  1. prepare cold water or some rock ice to chill the dough
  2. add the flour and egg to the water, mix well using whisk
  3. cover all vegetables / meats with flour before soak them in the dough
  4. heat the pan, make sure oil has reached 180o C (350o F)
  5. soak shrimp etc. to the dough, then immediately fry it while collecting the crumbs of fried dough that floating on top of the oil –> sorry I cannot explain well 😐 hope the video below help you

!!! Always keep the dough cold

Itadakimasu!

EA5512 Update at October 13, 2014


another social life story – Orang Arab memang unik. Belum hilang ingatan setahun lalu ketika kunjungan pertama ke tanah Arab kami penuh kejutan karena: melihat ayam 1/4-1/2 ekor biasa jadi porsi perorangan di sana, minum susu asam yang ternyata laban (di Alquran “laban” diterjemahkan susu, padahal itu yoghurt encer), berjuang ngabisin susu unta yang baunya khas, dan makan daging unta yang aromanya memenuhi kamar plus nggak ilang-ilang semalaman:)) eh kemarin malam kami diundang tetangga asal Palestine / Iran yang lama menetap di Jordan buat dinner, katanya siang itu “We will cook special menu, meat mixed with yoghurt”. Okay.. dan kami berdua ngiranya dia bakal masak daging sapi.

Ternyata..eng ing eng..kepala kambing disajikan di atas nasi kuning! Muahaha. Sangat eksotik 😀 Lebih tepatnya mereka menyajikan “mansef”, yaitu makanan khas orang tanah Arab yang terdiri dari roti tipis (saj) disiram sedikit kuah kuah, nasi kuning dicampur kacang diatasnya, lalu lauk diatasnya, dan taburan parsley atau daun lain. Mungkin idenya mirip tumpengnya orang Indonesia 😀 Nah, kirain karena masih aura Idul Adha dia masaknya kambing, tapi katanya daging terpopuler bagi mereka (orang Arab) itu kambing. Meski harganya lebih mahal dari sapi tetap aja mereka suka beli itu.

Mansef hasil karya Muhammad, tetangga saya yang terkenal super ramah ke semua tetangga ini, uniknya menyertakan kepala kambing, lalu kami semua disuruh ngicipin lidah dan otaknya. Yaiks! Cuma Aisar yang pas saat ditawari lidah dan cuma kami berdua yang ogah nyoba otak :)) Mungkin juga tipikal makanan sono, bau kambingnya wuaaw masih tajaaam, bo.. tapi semua tamu suka lho. Rasanya memang enak. Saya aja yang lagi susah makan karena masih mual-mual bisa nambah dan habis dua piring! Mansef biasanya dimakan bersama secara melingkar oleh 6-7 orang pakai tangan kanan (muluk) dengan tangan kiri diam di belakang badan. Haha..can’t imagine itu kalo tangan orang banyak menari bersama di atas si makanan. Bye bye higienisme :)) tapi memang begitulah budaya orang Arab, terlihat jorok tapi kebersamaannya kuat, kan pakai Bismillah dan Allahuakbar jadi urusan penyakit serahkan pada Allah 😛

Rupanya karena judulnya bukan potluck tak ada tamu yang bawa makanan, kecuali kami. Tuan rumah juga hanya menyediakan makanan utama (yang nggak ada sayurnya, khas Arab banget) dan minuman bersoda. Untungnya kami bawanya dessert (padahal biasanya gorengan) dari sayur dan buah-buahan segar: Es Timun! Enak banget minuman asal Aceh ini.. favorit kami berdua. Isi utamanya timun serut dan sirup buatan sendiri dari air gula direbus dengan daun pandan ditaburi cengkeh dan kayumanis bubuk. Elemen lainnya bisa pakai yang ada di kulkas (versi saya: cantalope / melon oranye, apel, jelly, anggur). Sama seperti mansef-nya tuan rumah, alhamdulillah semua tamu juga suka minuman ini 🙂

https://ea5512.web.id/2014/10/13/social-life-in-ann-arbor/

Posted from Ega Dioni Putri’s Facebook

Social Life in Ann Arbor


Salah satu perbedaan signifikan yang terasa begitu tinggal di sini adalah kehidupan sosial kami dengan warga negara lain sangat “hidup”. Kalau dihitung sampai saat ini jumlah acara kami, baik yang berdua atau sendiri-sendiri, dengan orang asing lebih banyak daripada dengan orang Indonesia, kebalikan dengan saat di Jepang, terlebih karena saat ini kami juga belum memilih terlibat untuk mengurusi organisasi (yang dulu sedikit banyak bikin sibuk ngadain acara buat orang Indonesia). Faktor budaya dan bahasa mungkin juga berpengaruh. Selain kendala bahasa nyaris tidak ada (sesulit istilah apa pun dalam bahasa Inggris masih bisa dijelaskan dan sengaco apa pun grammar-nya nggak bakal ada yang bingung :D), di sini masyarakatnya lebih terbuka untuk berkenalan dengan orang baru. Mereka suka belajar hal-hal khas tentang negara lain. Kami juga surprised menemui orang-orang Jepang (yang ternyata buanyak) di sini bersikap demikian, gayanya udah lain lah dengan yang biasa kami temui di negerinya dulu 😛
Continue reading