Boy or Girl?


I posted this reflection while announcing “our heartbeat” gender on Instagram in two parts. Read till the end to know the answer 😉

boy-or-girl-announcement(2)

In my perspective, images of raising a son is like preparing a responsible leader, while taking care a daughter is more focusing on how to nurture an educator for the next generation after her. Even though I often hear that girl is easier to manage rather than a boy, IMHO… NEITHER OF BOTH is better. Double standard or virtue in having boy VS girl are no longer existing nowadays. I personally will let my son to cry if he needs and please my daughter to go out at night with clear boundaries. The most important thing, in which I still keep learning too, is parenting them with unlimited love no matter what. Because Allah always does the same to us 😭

boy-or-girl-announcement(1)

Double standard or virtue in having boy VS girl are no longer existing nowadays.

Are you sure?

Let me confirm that unfortunately it was just an expectation. The discrimination between boy and girl DOES still exist. In the part of translation to Bahasa Indonesia below, I shared a fact that my hubby’s friend, an Indian, keep his second child’s gender unknown because he lives among people where a baby girl is a family’s awful shame and normal to be aborted. And if you check the news, you‘ll get it real until today 😱.

indiafactabouthavinggirl

Poor babies.. I just think that every mother should fall in love with the baby growing inside her womb since the first time she knows she’s pregnant, no?

Anak laki-laki atau perempuan? 🚹🚺

Pertanyaan yang alhamdulillah tidak lagi menjadi masalah apa pun jawabannya setelah Alquran turun ke muka bumi bagi mereka yang meyakininya. Jangan salah, pandangan zaman jahiliyah di mana punya anak cewek itu tabu masih ada sisa-sisanya, lho, sampai sekarang. Belum lama ini suami cerita kalo teman sekantornya dari India bilang nggak tahu jenis kelamin calon anak keduanya, padahal udah usia 8-9 bulan, karena dalam tradisi sukunya emang pamali kalo ketahuan anaknya ternyata cewek, bahkan aborsi itu normal jika terkuak lebih dulu saat hamil. Anak cowok dianggap kebanggaan dan lebih berguna buat keluarga. Meh! Hari gini? Bukan nggak mungkin di belahan dunia lain pun masih ada pikiran macam Fir’aun yang nggak sudi lihat bayi cowok lahir. 🙄

Dari dulu saya kebayangnya punya anak cowok itu harus siapin dia jadi pemimpin yang keren:

bertanggung jawab, adil, menguasai bidangnya, dan memiliki keempat sifat Nabi (shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah)

Dalam skala apa pun itu, buat saya laki-laki musti jadi prioritas sebagai pemimpin meski udah ada emansipasi wanita.

Sementara anak cewek itu di mata saya…

harus tahu dan bisa macam-macam (istilah Jowo-ne: semeruh lan tumandang, wkwk) karena nantinya dia yg akan jadi pendidik utama anak-anaknya, tempat bermulanya peradaban (cailah..) sambil tetap jadi hamba-Nya yg qanitat (taat)

Mana yg lebih mudah? Buat saya sih nyeremin semua.. wkwk. Kalo kamu gimana?

boy-or-girl-announcement

I felt “not girl” since the beginning, but never been affirmed until the ultrasound

Lanjut ya.. tentang “monas” atau “lipatan” (istilah @qurainirizal dan @setiaanggri tentang gambaran USG janin cowok VS cewek di bagian anunya.. onok-onok ae cen endonesaaah 🤣). Pasti semua orang paham tiap gender punya plus minus tanpa harus melahirkan keduanya, bahkan sebelum wanita jadi ibu, dari memperhatikan bocah-bocah disekitarnya, tapi untuk anak kedua kadang orang pengen variasi. Udah punya anak cowok, jadi pengen cewek, dan vice versa. Ada yg nyoba terus tahunya sampe jadi Pandhawa lima, ye kan? mau tag contoh nggak berani, pokoknya saya punya paman yang kaya gitu 😂 padahal sih kalo mau gampil ya enakan sama lah kaya kakaknya, udah pengalaman kan emaknya. Hemat uang baju dan mainan juga 🤪

Saya sendiri dulu cuma berharap dapat anak yang lebih kalem dari Musa, jadi mikirnya “cewek aja dong biar lebih anteng”. Hahaha. Sorry, Mus..

Di awal kehamilan, dari perhitungan timing konsepsi pun kuat dugaan kemungkinan cewek. Tahu kan kalo si kromosom Y hanya berhasil saat / setelah ovulasi. Eh tahunya, sejak kerasa pergerakan udah punya feeling “nih bocah banyak amat tingkahnya, apa mungkin cowok lagi” dan merasa “sepertinya bukan cewek” sejak itu (17-18 minggu). Teringat cerita suami @adistirinindra, konon mereka punya harapan yg sama, tapi anak cowok keduanya lebih heboh dari kakaknya yg sudah heboh. LOL.. semangat, Bu!

boy-or-girl-announcement(3)

Perasaan yang masih diiringi harapan terjadi sebaliknya itu, apalagi nama yang udah tersedia cuma buat cewek dan dibikinnya udah sebelum Musa lahir 😬, akhirnya terkonfirmasi juga minggu lalu (23 minggu).

boy-or-girl-announcement(4)

Musa was consistent with his preference all this time

The second musketeer will be coming to partner the big bro 😄💪🏻

Herannya, Musa pun selama ini setiap kali ditanya mau baby boy atau baby girl dia selalu jawab baby boyBaiklah, selamat atas terkabulnya doa mas bro.. yang kompak ya sama adiknya dan main barenglah sama bapakmu biar Mama punya lebih banyak me-time. Wakakak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s