Musa is In Emergency


View this post on Instagram

Malam ke-25 Ramadhan ini Mama terjaga hingga sahur dengan baper maksimal. Sedih rasanya melihat hanya adik yg tidur di kasur, sementara abang #musaromas dan Papa masih di RS, setelah rangkaian evaluasi oleh tim medis yg mengikuti ikhtiar kami membawa Musa ke IGD karena seharian sakit perutnya tak kunjung sembuh dan memaksanya absen sekolah lagi untuk putaran ke-3 gara-gara sakit semenjak tahun ajaran baru dimulai awal Mei ini. Bulan kelahiran yg harusnya dilewati dgn sukacita, melalui sakit-sakit itu dari 胃腸炎 (flu perut) 気管支炎 (bronchitis) sampai 便秘 (konstipasi), kali ini sangat menguji kekuatan si abang dan kesabaran kami. Belum ditambah adik yg kena 風邪 (batpil) dan sempat ngalamin fase rewel tiap malem shg tidur hanya 2 jam slma bbrp hari. Mama pribadi jadi merasa diingatkan betapa sering lupa bersyukur saat anak sehat dan super aktif. Mungkin Allah’s will, “Lupakan Laylatul Qadr kalo PR kamu dgn manusia belum selesai.” 😢 • Ketika kita menyambut kelahiran anak, kita nggak pernah tahu rezeki apa dan ujian apa yg Tuhan titipkan besertanya. Ada yg hari-hari awal kehidupan sang bayi terasa indah dgn segala kelucuan si kecil, tapi ada juga yg sejak ananda lahir harus berjuang demi sekedar menggendongnya. Begitu menginjak usia balita, ortu yg diliputi dgn keindahan tadi, mulai mendapati tantangan demi tantangan menghampiri. Anak kadang ngadat ga mau dengerin kata ortu, tingkahnya banyak, bicaranya pun tak berhenti.. ketika kecewa maunya tak dipenuhi, bisa drama kumbara pula. Chaos! Di situ biasanya titik kritis saat ortu kehilangan idealisme untuk jadi mama papa ideal yg bisa selalu tersenyum manis, kemudian fix everything. Yes, if you haven’t, you’ll be there.. say we aren’t alone, ok? Padahal ya itulah ujian bapake emake. Ladang pahala kalo tetep sabar&waras. Parents life will be forever a sacrifice. • Alhamdulillah dikasih anak yg tak selalu kalem sehingga kadang accident happened, krn kalo mereka sampai sakit dan tak berdaya, hati kita yg akan luka. Alhamdulillah punya anak yg suka membuat gaduh, krn sepinya rumah saat mereka sakit tak lebih menenangkan. Alhamdulillah, syukurilah, dan bersabarlah, wahai Mama (dan Papa). Odaijini, Cintaku! #momwifereflection

A post shared by Ega Dioni Putri (@egadioniputri) on

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s