Salah satu perbedaan signifikan yang terasa begitu tinggal di sini adalah kehidupan sosial kami dengan warga negara lain sangat “hidup”. Kalau dihitung sampai saat ini jumlah acara kami, baik yang berdua atau sendiri-sendiri, dengan orang asing lebih banyak daripada dengan orang Indonesia, kebalikan dengan saat di Jepang, terlebih karena saat ini kami juga belum memilih terlibat untuk mengurusi organisasi (yang dulu sedikit banyak bikin sibuk ngadain acara buat orang Indonesia). Faktor budaya dan bahasa mungkin juga berpengaruh. Selain kendala bahasa nyaris tidak ada (sesulit istilah apa pun dalam bahasa Inggris masih bisa dijelaskan dan sengaco apa pun grammar-nya nggak bakal ada yang bingung :D), di sini masyarakatnya lebih terbuka untuk berkenalan dengan orang baru. Mereka suka belajar hal-hal khas tentang negara lain. Kami juga surprised menemui orang-orang Jepang (yang ternyata buanyak) di sini bersikap demikian, gayanya udah lain lah dengan yang biasa kami temui di negerinya dulu 😛
Continue reading
Category: Posts Born Here
All articles originally written in this website
Late Wedding Gift
Yes, less than a month later we’re gonna celebrate our second anniversary. Yet, last week there was still a big wedding gift arrived at our door. Wow! The gift came from Ega’s friends in campus organization where Aisar also became a member. Rosi, who arranged to send it to our address, said that they had raised the funds to buy it, but unfortunately none of them could come to our wedding due to the distance and transportation issue. Yeah, we got married in the rural area, indeed 😛 Anyway, thank you so much for keeping it that long until we are back to Indonesia now. Jazakillah khayr, Sisters!
One Year Later.. When Our Invitation Has Inspired Another Couple
Hi! Have you seen our 1st anniversary collage in the previous post?
Yes, time flies so fast and.. hello, the first-year challenge, I’m done with you amazingly! 😛
Not long after anniversary, some days ago, my mom sent me photo via Whatsapp. She just said, “Someone has imitated your invitation.”. When I opened the photo.. Wow! An invitation with the “Muslim-couple in wedding dress” picture as featured on our invitation’s cover was shown!
Continue reading
April Missions: Visa Extension and Driving License
Today we had double missions: to extend Ega’s visa, then to submit Aisar’s driving license application stuffs. Since Aisar already took absence from his office, which is a rare moment, before sleeping at night, we suddenly wanted to add another plan: visit Tsukiji, that is the most well-known fish market at Japan. So, it should have been triple missions though, but finally we gave up for Tsukiji. Not because overslept, but we could’t meet taxi to go to station (4.55 AM), while a couple minutes late to station means no hope for getting entrance ticket if we’d like to watch the tuna auction (maximum 6.45 AM). Yes, here nearby Kamiooka station, the earliest train runs about 30-60 minutes before the bus operates. Taxi is the answer. That’s what we remembered at that time. Too bad to realize later on: why didn’t we think about riding the bike? 😦
Back to the main missions.. I’ll tell you one by one. Continue reading
Merancang Undangan
“Mana undangannya?”
“Ditunggu undangannya!”
dan kalimat-kalimat senada lainnya biasa jadi bahan bercandaan kita.
Entah undangan apa maksudnya, tapi sepertinya semua orang sudah mafhum kalo yang dimaksud adalah undangan pernikahan 😀
Kenapa undangan yang ditanyakan? Kenapa bukan udah booking gedung atau belum?
(Ya iyalah, mana bias dibandingin.. ah contohnya nggak pas ini -_-)
Yeah, anyway, emang ternyata sepenting itulah peran sebuah undangan.
Kalo benda satu ini udah dirilis dan disebar, mungkin jadi ada perasaan bangga karena bisa jawab pertanyaan orang-orang seputar undangan tadi.
Hehe. Baru menyadari nilai sebuah undangan setelah mengalaminya sendiri.
Setiap detil isi undangan yang akan dituangkan harus dipikirkan masak-masak, didiskusikan bareng oleh kedua belah pihak yang sering diselingi debat, dan disesuaikan dengan kamus serta EYD. Yang terakhir lebai kali pun.. kalo mantennya nggak perfeksionis sih nggak ada tahap itu kayanya.

