Necessary Documents for Your Wedding


Here some of archives we made when preparing the wedding. Hope it can be references for you who”re going to marry soon. Yatta!

Autumn Trip to Hokkaido


“Bulan madu” pertama di Jepang.. hehehe

creativega's avatar.: EGA DIONI PUTRI :.

Di hari terakhir bulan kedua tahun ini, Yokohama tiba-tiba menghangat sampai di atas 20oC (menurut jam di atas rak buku saya :razz:), padahal kemarin-kemarin masih diselimuti hawa dingin yang menusuk tulang, termasuk meskipun di dalam ruangan. Mungkinkah pertanda musim semi sudah di depan mata? Mungkin aja sih soalnya beberapa teman udah upload foto-foto dengan bunga ume atau sakura di FB. Yang jelas, saya merasa cepat sekali waktu berlari, padahal belum juga saya menelurkan satu tulisan baru di bulan ini (penting banget) :grin:.

Oke, langsung aja ya.. ada alasan kenapa saya tiba-tiba membawa cerita kadaluarsa ke sini. Selain alasan ‘telur’ di atas tentunya. Bukan typo kalo saya nulis “autumn” karena emang cerita ini adalah semacam review perjalanan saya tahun lalu, saat musim gugur, ke Hokkaido, pulau paling utaranya Jepang. Ada dua trip lain yang sudah berlalu dan beberapa trip lagi yang insyaallah akan saya lewati tahun ini, jadi menunda…

View original post 2,278 more words

Atarimae – An After Married Reflection (Husband Side)


aisar's avatarAisar - La Renaissance

Sejak dulu saya tidak pernah percaya ada cinta yang tak harus memiliki. Buat saya, cinta itu ibarat sungai, semakin dalam, maka semakin deras alirannya. Begitu juga dengan cinta, semakin hari semakin ingin bertemu, semakin dalam semakin derasnya terasa cinta itu hingga tak kuasa hati ini membendungnya. Maka tak ada jalan lain selain memilikinya, mencurahkan semua cinta itu padanya, sang tambatan hati.

Dialah Ega Dioni Putri, cewek yang cuek tapi manja, keras kepala tapi cukup peka, ceroboh tapi detil dan teliti. Dibilang cantik.. relatif sih, dibilang pinter dan soleh juga relatif. Walaupun plusminus-nya begitu rumit dan sulit dihitung, toh tidak butuh waktu lama sejak pertama kali saya ungkapkan rasa suka padanya, hingga saya meyakini, bismillah dialah partner hidup yang terbaik untuk saya dunia akhirat.

Namun jalan menuju pernikahan kami kebetulan kurang mulus. Ditentang habis-habisan oleh Ibu yang menganggap saya belum cukup umur, membuat saya sempat terjepit di antara dua kewajiban: berbakti…

View original post 243 more words

Inspiring Message from An Anime for NewlyWed


Tulisan ini sebenarnya saya persembahkan untuk teman-teman saya para newlywed couples, tapi tentu saja isinya juga berlaku buat kami 🙂

creativega's avatar.: EGA DIONI PUTRI :.

Congratulations to all of my friends who just opened the gate of a new life with his/her spouse or those who’re about to get there soon.

Baarakallaahu laka wa baaraka ‘alayka wa jama’a baynakumaa fii khair

May Allah’s blessings are always be around you and your family.
Here I’d like to share a very beautiful message about marriage, which has inspired me, and hope you’ll find something meaningful too. Taken from “My Neighbors The Yamadas” scene, a movie by Studio Ghibli, this message is told as speech of an old woman in the main-figures’ (Takashi-kun and Matsuko-san) wedding. I removed the figures’ name or replaced it with the term “you”.

CatatanWedding speech (pidato pernikahan) yang dimaksud dalam tulisan ini juga tersedia dalam Bahasa Indonesia. Kata dalam tanda kurung merupakan bagian tambahan dari saya sendiri agar terjemahannya tidak kaku walaupun secara keseluruhan masih tetap aneh juga sih…

View original post 805 more words

My Story about “Bento to Office”


creativega's avatar.: EGA DIONI PUTRI :.

Mungkin sebagian udah pada ngerti bahwa tinggal di negeri orang, apalagi yang mayoritasnya bukan muslim, misalnya Jepang, memaksa ibu-ibu untuk mau, bisa, dan pintar memasak. Oya, sebenarnya “ibu-ibu” dalam hal ini hanya mewakili saja..yang menjalani sih bisa siapa saja, apa pun status visanya saat ini. Oke, kenapa saya nulisnya harus pake tiga kata? karena masing-masing menunjukkan levelnya :razz:.

Mau itu keharusan. Kalo nggak, mau makan apa? Hal ini terkait dua hal, yaitu harga makanan yang mahal (kalo masak bisa hemat 50%) dan perhatian terhadap halal-haram makanan. Dulu, saat ngekos zaman SMA dan kuliah, untuk makan tinggal beli lauk di warung asal dipercaya kehalalannya, beli yang instan di toko asal ada label halalnya, atau makan di luar. Gampang! Saya hampir nggak pernah masak, bahkan saat pulang kampung pun, kalo nggak karena pembantu bolos dan disuruh bantu Mom, mana pernah saya iseng masak di rumah? Nggak ada kemauan sih.. yang namanya…

View original post 1,110 more words